Ya Allah, Nakhoda Cilik Perahu Kedungombo yang Terbalik Itu Bakal Jadi Tersangka?

Perahu berpenumpang 20 wisatawan itu sebelum terbalik. Tampak nakhoda cilik berusia 13 tahun (lingkaran kuning). (Foto: Istimewa)

Boyolali | Memo Jateng

Polisi mengungkap ada dua orang yang berpotensi menjadi tersangka dalam kejadian perahu terbalik yang menewaskan sembilan orang penumpangnya di Waduk Kedungombo, Boyolali, Jawa Tengah. Dua orang tersebut yakni bocah berusia 13 tahun yang menjadi nakhoda perahu dan pemilik warung apung.

“Dari pemeriksaan kita mengarah untuk dua orang tersangka. Berpotensi bisa jadi tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin, kepada wartawan Senin (17/5).

“Yang pertama yang mengemudikan perahu, kita sangkakan Pasal 359 KUHP, karena lalainya mengakibatkan orang lain meninggal dunia,” lanjut dia.

Selanjutnya pemilik warung apung yang berinisial KR juga bisa dijadikan tersangka karena mempekerjakan anak di bawah umur. “Jadi bisa kita kenakan pasal memperkerjakan anak di bawah umur,” papar dia.

Namun demikian, Eko menegaskan hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka menunggu hasil gelar perkara.

“Nanti hasil gelar baru mengarah ke penetapan tersangka. Kita dalami dulu unsur-unsur pidananya,” imbuh dia.

Dalam kesempatan ini, Eko menjelaskan nakhoda perahu yang masih bocah dimintai keterangan dengan pendampingan dari Bapas.

Eko menyebut telah memeriksa delapan orang saksi terkait kejadian ini. Mereka terdiri dari bocah nakhoda perahu, pemilik warung apung, ketua RT setempat, kepala dusun, Kepala Desa Wonoharjo. Kemudian dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana dan karang taruna setempat.

Diberitakan sebelumnya, satu unit perahu wisata yang mengangkut sekitar 20 orang terbalik di Waduk Kedungombo, Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Sabtu (15/5) siang. Sebanyak 11 orang berhasil diselamatkan, dan 9 orang tenggelam hingga akhirnya ditemukan tewas.

Perahu itu terbalik saat mengantarkan para penumpang menuju warung apung di tengah waduk. Ketika hendak sampai warung apung, banyak penumpang yang maju ke bagian depan perahu untuk foto selfi. Akibatnya perahu menjorok, hilang keseimbangan dan akhirnya terbalik. (dtc/rif)