Tragedi Kedungombo, Kapolda: Belum Ada Tersangka, Fokus Pencarian Korban

Tim Basarnas bekerja keras mencari sisa penumpang yang tenggelam di Waduk Kedungombo, tadi siang. (Foto: Istimewa)

Semarang | Memo Jateng

Terkait kejadian perahu terbalik di Wisata Kedungombo kecamatan Kemusuk, Kabupaten Boyolali, Sabtu (15/5/21), Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi memberi penjelasan usai meninjau Pos Pengamanan di Gerbang Tol Kalikangkung, Minggu (16/5/2021).

Dikatakan Kapolda, dari ke sembilan orang yang hilang itu, kemarin sore petugas gabungan berhasil menemukan 6 orang korban sudah dalam keadaan meninggal.

“Kemudian tadi pagi (Minggu, 16 Mei), petugas gabungan berhasil menemukan satu orang korban dari dalam air, sehingga korban yang berhasil ditemukan berjumlah 7 orang. Masih ada dua korban lain yang belum ditemukan,” terang Luthfi.

Terkait pengelola wisata air, Kapolda mengungkapkan, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap pengelola, dan Satpolair Polda Jateng sudah membackup di sana untuk dilakukan penyidikan dan penyelidikan terkait lalai yang mengakibatkan hilang nyawa orang lain.

“Kami belum tetapkan tersangka, namun penyidikan dan peyelidikan terus dilakukan. Saat ini kita fokus pada pencarian korban yang tenggelam,” pungkasnya.

Sementara itu pengemudi perahu dalam insiden ini menjadi sorotan, sebab ia ternyata masih berusia 13 tahun. Saat ini, pengemudi tersebut sudah diperiksa pihak kepolisian.

“Nakhoda perahu atas nama inisial GH berusia 13 tahun,” kata Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond saat meninjau evakuasi di waduk yang berada di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Sabtu (15/5/2021). “Ini nakhodanya masih dalam pemeriksaan,” tambahnya.

Di sisi lain, ada kejadian memilukan saat digelar evakuasi korban oleh tim penyelamat, menyangkut ibu dan anak kembarnya. Mereka ditemukan dalam keadaan berpelukan. Hal disampaikan anggota keluarga penumpang perahu Tinuk, Amin (30), yang merupakan warga Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali.

Amin mengatakan, dari lima anggota keluarganya yang tenggelam, tiga orang sudah terkonfirmasi ditemukan.

“Ibu Ana dan anaknya yang kembar Jalal dan Jalil sore tadi sudah ketemu, mereka masih dipeluk ibunya,” ujarnya menyaksikan evakuasi di waduk yang berada di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu.

Tinuk ikut dalam rombongan korban perahu terbalik bersama tujuh orang anggota keluarganya. Mereka hendak pergi ke warung apung yang berada di tengah waduk dengan menggunakan perahu. Perahu itu selain ditumpangi keluarga Tinuk, juga di tumpangi 12 orang lainnya termasuk nahkoda kapal. (sol/lim/rif)