Alhamdulillah, Gading Pekalongan Dapat Motor Roda Tiga dari Mensos Risma

Mensos Tri Rismaharini saat memberikan sepeda roda tiga kepada Gading Ogi Saputra (17), remaja penyandang disabilitas fisik asal Kabupaten Pekalongan. (Foto: Kemensos)

Kajen | Memo Jateng

Beberapa waktu lalu, viral di media sosial tentang kegigihan Gading ketika berjualan. Gading Ogi Saputra (16), warga Dukuh Bubak, Desa Kebonagung, Kabupaten Pekalongan ini adalah seorang penyandang disabilitas fisik yang mengalami kecacatan Cerebral Palsy (CP Spastik) quadriplegi atetoid, yaitu suatu gangguan gerak atau tidak terkontrolnya gerakan pada kedua tangan dan kaki.

Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Suwono (46)- Susiati (46) – seorang buruh tani dan buruh warung — ini sehari-hari berjualan di sekitar alun-alun Kabupaten Pekalongan, dari jam 8 pagi sampai malam.

Kisah tentang Gading sampai ke telinga Menteri Sosial Tri Rismaharini. Hari ini, Minggu, (16/5/2021), Risma memberikan sepeda motor roda tiga untuk Gading.

Risma didampingi oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Kajari Kab Pekalongan Abun Hasbullah Syambas, Sekda Bambang Irianto, Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat, serta Staf Khusus Menteri (SKM).

“Tadi sudah diserahkan bantuan motor roda tiga, alat dan permodalan, ” ujar Risma, sapaan akrabnya usai menyerahkan sepeda motor roda tiga kepada Gading di Pekalongan, Minggu (16/5/2021).

Pemberian sepeda roda tiga ini, merupakan bentuk atensi Kementerian Sosial (Kemensos) kepada para penyandang disabilitas. Harapannya mereka tetap bisa produktif, mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Sehingga mereka bisa menjadi contoh untuk orang lain.

Kemensos menyebut, tahun ini, ada 490 motor roda tiga bagi para penyandang disabilitas yang telah disiapkan. Bukan hanya itu, Kemensos juga telah menyiapkan beberapa alat lainnya untuk menunjang kebutuhan para penyandang disabilitas.

“Banyak alat bantu bagi penyandang disabilitas karena dirasiblitas juga banyak ragamnya rungu dan netra, seperti tongkat dengan multisensor, ” ucap Risma. Pada kesempatan tersebut, Risma juga bercerita tentang keinginan Gading yang ingin membuka usaha lontong. Risma mengaku akan membantu permodalannya.

Gading berkeliling menjajakan dagangannya seperti makanan, dan minuman ringan dalam kemasan di sekitar alun-alun Kabupaten Pekalongan. Usaha tersebut telah digelutinya selama dua tahun.

Kini, Gading memiliki lapak sendiri di rumahnya yang dinamakan Lapak Gading Berkah yang dikelola oleh ayah dan ibunya, karena gading tetap meneruskan berjualan keliling.

Gading juga dikenal suka membantu dan rajin bersedekah, tak pernah lupa ibadah serta selalu bergembira dalam kondisi apapun. Sebagai seorang penyandang disabilitas, dia juga cukup piawai dalam mengelola bisnis kecilnya itu.

Pendapatannya bisa mencapai Rp 500 ribu per hari. Pendapatannya itu kemudian dihitung dan dicatat di gawainya. Dengan penuh ketelitian, Gading juga mencatat jika ada barang jualan yang habis dan perlu segera dibeli. (red/rea)