7 Tahun Kabur ke Taiwan, Warga Demak Mencabuli Gadis Lugu Siswi SMP Dijemput Polisi

Pelaku dan barang bukti. (Foto: Istimewa)

Demak | Memo Jateng

Tersangka kasus pencabulan siswi SMP asal Kabupaten Demak berhasil ditangkap polisi setelah tujuh tahun kabur ke Taiwan.

Polisi berhasil mengendus keberadaan pelaku melalui penyadapan telepon. Pria yang ditangkap bernama Ali Imron alias Ron (30) warga Dukuh Wedean, Desa Harjowinangun, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. Yang bersangkutan ditangkap setelah mencabuli (DS) tahun 2014 lalu.

Untuk memburu pelaku, polisi menyadap telepon saudaranya. Pada bulan lalu, pelaku sempat menghubungi saudaranya tersebut. Polisi berhasil melacak yang bersangkutan, namun untuk menangkapnya tidak mudah.

Pada bulan lalu, pelaku sempat menghubungi saudaranya tersebut. Polisi berhasil melacak yang bersangkutan, namun untuk menangkapnya tidak mudah.

“Kami bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkum HAM, dan menelusuri keberadaan pelaku melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia,” kata Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Adittama, Sabtu (15/5/2021).

Polisi juga mengajukan pencabutan paspor yang bersangkutan. Untuk menjemput tersangka, personel Polres Demak bersama personel NCB Interpol Divhubinter Polri berangkat ke Taiwan. Kala itu, Ali Imron telah ditahan oleh kantor Imigrasi taiwan.

Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2014 silam, namun jejak kronologinya dimulai sekitar bulan Desember 2013. Awalnya tersangka mendapatkan nomor handphon milik korban. Kemudian antarkeduanya terjalin komunikasi digital dengan korban. Setelah intens komunikasi melalui handphone, lalu Ron mulai menyatakan cintanya kepada korban DS.

Kedua sejoli sempat memadu kasih. Bahkan mereka sudah saling ketemuan di rumah tersangka yang tidak jauh dari rumah korban. Dalam pertemuan tersebut Ron sering melakukan perbuatan cabul terhadap DS, antara lain mencium pipi dan bibir bahkan meraba bagian sensitif ABG tersebut.

Pada Kamis 20 Februari 2014 sekitar pukul 20.00 WIB korban datang kerumah tersangka lalu tersangka mengeluarkan jurus-jurus tipu dayanya agar kekasihnya menuruti apa yang ia mau. Puncaknya, dua kali DS ditiduri sang arjuna. Ujungnya gadis manis tersebut menjadi trauma sehingga orang tuanya mengadukan tersangka ke polres Demak.

Tersangka selanjutnya dijerat Undang Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara dengan denda Rp 300 juta. Dalam kasus itu, semula pelaku sempat berjanji akan bertanggung jawab kepada korban setelah mencabulinya dua kali. Ternyata pelaku justru kabur ke Taiwan hingga korban mengalami trauma dan depresi. (adi/rif)