6 Orang Korban Perahu Terbalik di Waduk Kedungombo Ditemukan Sudah Meninggal, 3 Lagi Dicari Minggu Pagi

0 934
Tim penyelamat bekerja keras mencari korban tenggelam di Waduk Kedungombo, hingga petang tadi. (Foto: Istimewa)

Boyolali | Memo Jateng

Pencarian sembilan orang korban tenggelam di perahu wisata Kedungombo, di lokasi Waduk Kedungombo di wilayah Kecamatan Kemusuk, Kabupaten Boyolali, Sabtu Sore (15/5/21), telah ditemukan 6 orang korban di dalam air dan dalam keadaan meninggal.

Sebanyak 15 tim penyelam diterjunkan dalam proses evakuasi perahu maut itu. Selain itu, BPBD Boyolali juga mengerahkan lima perahu karet selama proses pencarian.

Sebelumnya, BPBD Boyolali menetapkan masa darurat tanggap bencana selama lima hari. Kepala Pelaksana Harian BPBP Boyolali Bambang Sinung mengatakan, selama lima hari ke depan akan dilakukan pencarian korban yang tenggelam di waduk tersebut.

Sembilan orang dinyatakan hilang dari peristiwa tersebut. Enam orang sudah ditemukan, sementara tiga orang lainnya masih dalam proses pencarian. Sembilan orang itu lima diantaranya warga Juwangi, Boyolali; sementara empat orang lain warga Kabupaten Grobogan.

“Selepas magrib, Basarnas akan menetapkan penjajakan lokasi atau penyisiran malam. Sementara kegiatan penyelamaan besok pagi jam 07.00 – 17.00 WIB,” ujarnya.

Koordinator Basarnas pos SAR Surakarta Arif Sugiarto menuturkan tentang kendala dalam proses pencarian ini. “Kondisi di lapangan kedalaman 20-25 meter, kemudian luasnya area pencarian luas, dan viewnya akan kita observasi malam ini,” ujarnya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, melalui Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar menuturkan, Basarnas bersama TNI Polri telah menemukan 6 orang di dasar air.

“Basarnas bersama TNI Polri berhasil menemukan 6 orang di lokasi TKP kapal terbalik itu, jadi sisanya masih tiga orang yang belum ditemukan,” jelas Iskandar.

Dia juga mengatakan, pencarian korban tiga orang yang belum ditemukan tersebut akan terus dilakukan oleh Basarnas bersama TNI Polri.

“Pencarian ketiga orang yang tenggelam dan belum ditemukan, hingga malam ini petugas gabungan masih melakukan penyelaman dan pencarian di Waduk Kedungombo ini,” pungkasnya.

Salah satu penumpang yang selamat dari kecelakaan air tersebut, Mustakim, mengatakan peristiwa nahas sekitar pukul 11.00 WIB terjadi begitu saja. Mustakim yang naik perahu itu bersama keluarganya mengaku tidak tahu pasti mengapa perahu wisata yang ditumpanginya mendadak terbalik. Dia yang tidak bisa berenang berupaya sekuat tenaga menyelamatkan diri dan anggota keluarganya.

“Saya nggak bisa renang. Pokoknya berusaha menggapai dan memegang badan perahu yang tengkurep. Saya berusaha menyelamatkan anak dan istri. Anak pertama saya hilang. Tadi mau saya tangkap tangannya, tapi nggak sampai … ” ucapnya dengan raut muka sedih. (lim/sol/rif)

Leave A Reply

Your email address will not be published.