Anggotanya Isap Ganja dan Ditangkap, Ketua DPRD Grobogan Minta Maaf

Agus Siswanto, Ketua DPRD Kabupaten Grobogan. (Foto: Dokumen)

Grobogan | Memo Jateng

Seorang anggota DPRD Kabupaten Grobogan, FTH dari Partai Gerindra, dibekuk polisi karena kedapatan menggunakan narkoba, Jumat (7/5/2021) lalu. Merespon peristiwa yang viral di media sosial dan marak di media online maupun cetak itu, Ketua DPRD Kabupaten Grobogan, Agus Siswanto, memohon maaf pada masyarakat.

Kepada wartawan yang menemuinya, Agus mengaku prihatin atas kejadian tersebut, dan akan menjadi pelajaran bagi dirinya dan seluruh jajarannya.

“Kami selaku pimpinan DPRD Kabupaten Grobogan meminta maaf atas terjadinya peristiwa yang menimpa salah satu sahabat kami. Kami akan segera koordinasi dengan fraksi Gerindra untuk selalu mengawal proses hukum,” ucapnya.

Secara prinsip, tutur Agus, pihaknya menyerahkan semua kepada hukum yang berlaku di negara ini. “Semoga (proses hukum) bisa berjalan dengan baik,” paparnya.

Kejadadian ini, imbuh Agus, bisa dijadikan pelajaran untuk semua untuk mawas diri dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas, “Dan jangan sampai terjerumus ke dunia yang membuat kita rugi dan keluarga juga kena imbasnya,” ucap Agus.

Apakah kejadian ini mengganggu kinerja dewan? “Kegiatan di kedewanan tidak terganggu. Kami akan koordinasi dengan fraksi dimana beliau berangkat. Kebetulan beliau (FTH) juga menduduki salah satu kepimpinan di DPRD,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi menangkap seorang anggota DPRD Kabupaten Grobogan, FTH usai asyik hisap narkoba jenis ganja di dalam kamar rumahnya. Dia ditangkap lantaran nekat konsumsi ganja kering untuk mengisi waktu karena sulit tidur.

“Alasan isap ganja untuk mengatasi gangguan sulit tidur. Baru dua kali konsumsi pribadi selama lima bulan. Tapi kebenaranya nanti dibuktikan oleh tim medis. Saat ini masih dalam pengembangan dari mana barang itu didapat,” kata Kapolres Grobogan AKBP Juri Leonard Siahaan, Jumat (7/5).

Polisi masih melakukan pendalaman atas keterangan FTH. Hasil tes urine menunjukkan pelaku positif menggunakan narkoba. “Kami masih mendalami apakah ada kemungkinan ada yang lain. Hasil pemeriksaan dari penyidik memang yang bersangkutan positif,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, FTH mendapatkan ganja tersebut dengan memesan lewat toko online. Usai pesan, barang haram tersebut diantar oleh kurir jasa penitipan barang di Desa Sulur, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan.

“Jadi pelaku ini pesan ganja 23,8 gram dari penjual asal Bandung lewat toko online. Barang ganja diantar lewat kurir,” jelasnya.

Dari penangkapan pelaku, polisi menyita barang bukti satu klip ganja kering, paper, handpone yang digunakan untuk pesan ganja kering dan sejumlah uang tunai.

“Saat ini tersangka sedang dimintai keterangan lebih lanjut. Tersangka dikenakan penyalahgunaan narkotika. Apakah masuk rehap atau hukuman lain nanti kita lihat keputusan hakim nanti,” ungkap Juri Leonard Siahaan. (adi/rif)