Takut Konangan, Siswi SMK di Magelang Ini Nekat Gugurkan Kandungan Hasil Hubungan Gelap dengan Pacarnya

0 340
Kapolres Magelang AKBP Ronald A Purba (tengah) memberikan keterangan pers di Mapolres Magelang, tadi pagi. (Foto: Istimewa)

Magelang | Memo Jateng

Seorang wanita yang masih duduk di bangku sekolah, nekat melakukan aborsi terhadap bayi dalam kandungannya. Hal ini diungkapkan Kapolres Magelang AKBP Ronald A Purba, SIK, MSi dalam konferensi pers di Mapolres Magelang, Selasa (11/5/2021).

Kegiatan konferensi Pers ini, Kapolres Magelang AKBP Ronald didampingi Wakapolres Magelang Kompol Aron Sebastian, SIK, MSi dan Kasubag Humas Polres Magelang.

Dijelaskan Kapolres Magelang, peristiwa pengguguran janin tersebut terjadi pada hari Sabtu tanggal 8 Mei 2021 sekitar pukul 12.00 WIB, dengan pelaku berinsial TA (17), warga Kaliangkri, Kabupaten Magelang. Pelaku melahirkan anak di kamar mandi Apotik Falencia, di Dusun Jambu, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang dengan meminum obat yang sudah dipesannya melalui online.

“Usai meminum obat tersebut, pelaku langsung melakukan penguburan Janin di gang samping apotek. Sebelumnya, pelaku ini telah memesan obat aborsi yang didapat dari internet seharga Rp 2 juta rupiah,” jelas Kapolres Magelang.

Diketahui, lanjut Kapolres, bahwa pelaku ini masih pelajar di salah satu SMK di Magelang. Pelaku nekat melakukan aksinya dikarenakan merasa malu dan takut, karena janin tersebut adalah hasil hubungan pelaku dengan pacarnya bernama MK.

“Bayi tersebut sudah berusia 8 bulan. Sehingga pelaku nekat melakukan aksi ini, dengan menggugurkan kandunganya. Hal ini sudah melanggar tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan kematian dan atau tindak pidana melakukan aborsi terhadap anak yang masih dalam kandungan, dengan alasan dan tata cara yang tidak dibenarkan oleh Undang-Undang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ayatb3 Jo. Pasal 77A ayat 1 UURI No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, pelaku diancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” jelas Ronald.

Ronald juga menambahkan, barang bukti yang ditemukan dari tangan pelaku, terdiri dari 1 buah handuk ada bercak darah, 1 buah kaos putih, pakaian tersangka yang dipakai, 1 buah pembalut, 1 buah pakaian anak kecil warna kuning,  1 buah kantong kresek warna putih dan 1 unit handphone merk Redmi 5.

“Karena pelaku masih dibawah umur, kami akan melakukan konsultasi dengan pihak terkait untuk kasus ini. Pelaku sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh petugas,” ungkapnya.

Kapolres Magelang juga mengimbau kepada orang tua, bahwa peran orang tua sangat penting, sehingga perlu lebih perhatian dalam mengawasi anaknya serta memantau pergaulan anak anaknya. Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

“Kepada para orang tua, agar memberi edukasi tentang pergaulan bebas. Agar para remaja, tidak mengambil langkah yang berbahaya dalam menghadapi masalah, karena perbuatan aborsi tidak sesuai ketentuan, selain merupakan perbuatan pidana, juga membahayakan bagi ibu tersebut,” imbaunya. (lim/rif)

Leave A Reply

Your email address will not be published.