Anak dan Ibu Tewas di Kamar Mandi, Lehernya Digorok, Motifnya Dendam?

0 437
Rumah tempat pembunuhan sadis atas dua perempuan tersebut. (Foto: Eko Purwanto)

Kendal | Memo Jateng

Lebaran kurang tiga hari lagi, tetapi suasana yang mestinya marak dengan kebahagiaan mendadak rusak oleh tangis pilu satu keluarga di Dusun Doro, Desa Bangunsari, Pageruyung, Kendal. Di sebuah rumah yang cukup bagus di desa itu telah terjadi pembunuhan sadis, dengan cara menyayat leher dengan benda tajam.

Dua korban – semuanya perempuan — ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, di kamar mandi rumahnya dengan luka sayatan di leher, Minggu (9/5) malam. Keduanya diduga menjadi korban pembunuhan.

Pembunuhan terhadap ibu, Muhayanah (65); dan anak, Karyati (44), ini terjadi Minggu tengah malam setelah warga sekitar curiga rumah korban sepi dari aktivitas seharian.

Muhadi ketua RW setempat menuturkan, warga tidak tahu persis apa kejadian sesungguhnya yang melatari peristiwa tragis ini. Mereka hanya tahu bahwa pintu rumah itu terkunci, dan tak ada aktivitas di dalamnya sehingga mendorong mereka mendobrak masuk.

“Saya dilapori warga kalau Karyati dan ibunya Muhayanah meninggal dengan luka parah di dalam kamar mandi rumahnya. Awalnya warga kesulitan masuk ke dalam rumah karena terkunci, kemudian didobrak dan curiga banyak ceceran darah. Saat melihat ke belakang rumah kedua korban berada dikamar mandi dengan luka bacokan senjata tajam,” jelasnya.

Warga kemudian melaporkan ke polisi. Petugas yang berdatangan lantas memberi garis polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sang anak yang mengetahui ibu dan neneknya tewas dibunuh tak kuasa menahan tangis. Ia tampak kebingungan dan histeris. Pelajar sekolah menengah atas ini tidak pulang rumah saat kejadian pembunuhan, sehingga kebingungan saat pulang rumahnya dipasang garis polisi. Oleh keluarganya Jovan ditenangkan.

Sementara itu, dua korban pembunuhan disemayamkan dikamar jenasah Rumah Sakit Umum Dokter Soewondo Kendal untuk menjalani otopsi.

Muhadi menuturkan, di dalam rumah tinggal tiga orang, yakni dua korban dan satu anak/cucu bernama Jovan. Saat kejadian Jovan tidak berada dirumah, sementara suami Karyati bekerja di luar kota.

“Anaknya Muhayanah empat orang, yang tinggal di Bangunsari hanya Karyati, sementara suami Karyati bekerja di Solo,” imbuhnya.

Polisi pun kini langsung melakukan penyelidikan atas kasus pembunuhan ibu dan anak tersebut, dan memburu pelaku. Enam orang saksi sudah menjalani pemeriksaan petugas Reskrim Polres Kendal.

Kasat Reskrim Porles Kendal AKP Tri Agung Suryomicho saat dikonfirmasi menurutkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari warga Minggu (9/5) malam ada korban pembunuhan di dalam rumah. Polisi, kata Kasat Reskrim, hingga kini masih melakukan penyelidikan.

Dugaan sementara motif dari pembunuhan ini berlatar belakang dendam, karena tidak ada barang berharga milik korban yang hilang. “Kalau dugaannya kemungkinan ada dendam dari pelaku kepada korban, namun dugaan ini masih kita selidiki lagi dengan  memeriksa sejumlah saksi, untuk mengetahui pelaku pembunuhan. Kalau perkiraannya pelaku berjumlah lebih dari satu orang,” imbuh kasat.

Rencananya dua jenazah pembunuhan akan menjalan otopsi dari pihak Dokkes Polda Jawa Tengah, di Semarang.

Kasus pembunuhan ibu dan anak ini menggegerakan warga karena keduanya tidak pernah ada masalah apapun. Bahkan warga menilai kedua korban positif dalam bertetangga. (eko/rif)

Leave A Reply

Your email address will not be published.