2 KEBAKARAN HEBAT DALAM 1 MALAM DI KABUPATEN PEKALONGAN

Api melumat gudang tempat menaruh barang-barang bekas di Kedungwuni Barat. (Foto: journalnews)

Kajen | Memo Jateng

Dua kebakaran menghanguskan rumah dan gudang di wilayah Kabupaten Pekalongan, Sabtu (8/5) malam. Meskipun tak ada korban jiwa, tetapi dua kebakaran tersebut menelan kerugian ratusan juta.

Kebakaran pertama terjadi di sebuah gudang berisi barang-barang bekas (kursi, dipan, kasur, dan perabotan bekas lain)  di Dukuh Paesan Utara RT 03/RW 06 Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Kapolres Pekalongan AKBP Darno, SH, SIK melalui Kasubbag Humas AKP Akrom  mengatakan, peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu (18/5) sekira pukul 18.30 WIB.

Api diduga berasal dari korsleting listrik yang terdapat di gudang rumah yang berisi barang-barang bekas itu.  Percikan api menyambar barang-barang bekas seperti kursi, dipan, kasur, dan perabotan bekas lainnya. Api begitu cepat membesar dan membakar seluruh isi gudang serta membuatnya jadi arang.

“Api cepat membesar lantaran menyambar barang-barang bekas di gudang,” kata Kasubbag Humas, Minggu (9/5).

Warga sekitar yang membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya tak bisa berbuat banyak. Dan tak lama kemudian beberapa mobil pemadam kebakaran turun ke lapangan, dengan dibantu warga dan petugas kepolisian berusaha  menjinakkan api. Dan selang beberapa waktu kemudian api bisa dipadamkan.

“Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi ditaksir sekitar Rp 250 juta. Hingga saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti peristiwa kebakaran yang meludeskan gudang rumah warga tersebut,” pungkasnya.

Kebakaran kedua terjadi di rumah produksi batik di Jalan Sabrawi RT 1/RW 6, Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Sabtu (8/5) malam. Kejadian tersebut dibenarkan Kasat Pol PP dan Damkar Kota Pekalongan Sri Budi Santoso.

“Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, petugas damkar menerima laporan adanya kebakaran di rumah produksi batik milik Lukman,” kata Kasatpol PP dan Damkar Budi.

Tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Pekalongan diterjunkan untuk memadamkan api tersebut. “Karena melihat lokasi kebakaran padat penduduk dan rumah produksi batik, sehingga tiga unit mobil damkar dengan kapasitas 3.000 liter, 5.000 liter, dan 6.000 liter diterjunkan,” imbuhnya.

Kasat Pol PP dan Damkar mengungkapkan, berdasarkan keterangan pemilik rumah dan warga bahwa, penyebab kebakaran ini diduga dari konsleting listrik.

“Alhamdulillah setelah dilakukan pemadam sekitar 1,5 jam, api berhasil dipadamkan dan sekarang dilakukan pendinginan,” ungkapnya. Pihaknya menambahkan, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, hanya pemilik rumah mengalami kerugian material saja.

Sementara itu, Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Wiler Napitupulu, mengungkapkan, tempat yang terbakar ini yaitu rumah produksi batik.

“Berdasarkan keterangan dari warga melihat asap dalam rumah produksi batik tersebut. Kemudian, warga memberitahukan pemilik rumah. Setelah dicek, ternyata sudah ada bara api dari plafon yang semakin membesar dan jatuh kelantai dekat dengan barang yang mudah terbakar yaitu lilin untuk obat batik, kain mori dan lain-lain. Sehingga menyebabkan api semakin membesar,” ungkapnya.

Dikatakan Kapolsek, bahwa rumah produksi batik tersebut sudah tidak digunakan tiga hari yang lalu. “Rumah produksi sudah tidak digunakan karena menjelang lebaran. Saat ini tim masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut dan alhamdulilah tidak ada korban jiwa,” katanya. (tri/jou/rea)