IOF Sikapi Adanya Isu “Ancaman” Dana Hibah Koni Pemalang Tidak Dicairkan

0 9

Pemalang I Memo Jateng
Aktivis Pemalang, yang juga Ketua Pengcab Indonesia Off-road Federation (IOF) Pemalang, Heru Kundhimiarso, menyoroti adanya potensi tidak dicairkannya dana hibah KONI Pemalang. jika hal itu benar, Kundhi melihat adanya ketersumbatan dalam manajemen pemerintahan, dalam hal ini Pemkab Pemalang. Apa yang disampaikan Ketua IOF Pemalang tersebut?
Dalam rilisnya yang disampaikan ke memo jateng, Kundhi menyindir adanya konflik di organisasi KONI tersebut ada kesengajaan di design agar kepemimpinan KONI bisa dimosi tidak dipercaya yang akhirnya akan muncul Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub).
Di dalam tubuh organisasi keolahragaan, termasuk KONI, yang abadi bukanlah prestasi, namun konflik internal antar pengurus. Isu ketidakharmonisan Ketua KONI dengan Bupati Pemalang saat ini berujung menbelahnya faham dan friksi di tubuh KONI.
“Ada isu yang “ancaman” tidak akan dicairkannya dana hibah KONI Pemalang mengakibatkan pengurus cabang olahraga pun gerah, khawatir mungkin juga takut. Upaya “kudeta” mendongkel kepengurusan KONI saat ini pun pada akhirnya menyeruak,”ugkap Kundhi ke koran ini, kemarin.
Sampai akhirnya pernah munculnya opsi tidak percaya, sampai muncul upaya Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) pun digagas. “Sayangnya, upaya “kudeta” ini tidak mendapat restu dari KONI Jateng. Akibatnya, “kudeta” pun harus kandas di tengah jalan,”dalam rilisnya.
Merasa ikut aktif di bidang olahraga dan selaku Ketua Pengcab Indonesian Offroad (IOF) Pemalang, Kundhi mengaku ikut prihatin. Menurutnya, pandemi Covid-19 yang memaksa dunia olahraga mandek harusnya menjadi bahan evaluasi KONI sebagai induk organisasi yang menaungi semua cabang olahraga di Pemalang. Bukan sebaliknya malah terus berseteru yang seakan tak berujung.
Dikatakan dia, jika kepengurusan KONI Pemalang saat ini benar menimbulkan banyak persoalan seperti minimnya prestasi, penyelewengan anggaran yang konon ceritanya sampai Rp I miliar lebih itu, tentu layak diganti kalau perlu secara paksa. Namun jika upaya “mengkudeta” kepengurusan hanya persoalan politik dan atau akibat ketidakharmonisan antara Ketua KONI dengan penguasa saat ini, tentu hal ini tidak boleh terjadi.
“Akhirnya sudah jelas, penolakan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) oleh KONI Jateng, ini harus jadi pembelajaran dan evaluasi bersama, antara pengurus KONI Pemalang saat ini dengan penguasa. Sudahlah, hentikan semua yang tidak perlu dan bangun olahraga di Pemalang dengan niat tulus untuk dan demi masyarakat Pemalang,”tutup Kundhi kepada Koran ini, kemarin.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua KONI Pemalang Agung, saat dihubungi terdengar nada aktif tapi tidak diangkat. Saat di konfirmasi melalui pesan singkatnya, dengan balasan “lagi ingin khusuk ingin menjalani ibadah puasa dulu”. (lan/rif)

Leave A Reply

Your email address will not be published.