Genap 2 Tahun, UMPP sudah Mewisuda 1200 Lulusan

481 Mahasiswa UMPP dapat Beasiswa

Pekajangan I Memo Jateng
30 April 2021 lalu, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) genap berusia 2 tahun. Meski baru 2 tahun, UMPP sudah mewisuda 1.200 mahasiswa. Dan perlu menjadi catatan penting, UMPP merupakan gabungan dari STIKES Muhammadiyah Pekajangan, STIE Muhammadiyah Pekalongan, dan Politeknik Muhammadiyah Kajen, yang mana ketiga perguruan tinggi itu sebelum melebur menjadi UMPP, masing-masing sudah memiliki mahasiswa. Dengan demikian, para wisudawan tersebut ketika kuliah tercatat sebagai mahasiswa STIKES, STIE, Politeknik Muhammadiyah.
Rektor UMPP Dr Nur Izzah SKp MKes kepada Memo Jateng mengatakan, setelah mewisuda 1.200 lulusan S1 dan D3, sekarang ini UMPP sedang mendidik 2.600 mahasiswa terbagi atas 1.300 mahasiswa merupakan lanjutan dari 3 kampus sebelum UMPP (STIKES, STIE Politeknik Muhammadiyah, red), dan 1.300 adalah mahasiswa yang masuk setelah kampus itu sudah menjadi UMPP.
“Semenjak menjadi UMPP, kampus ini mengalami peningkatan mahasiswa baru yang masuk sekitar 12% dibanding ketika masih sendiri-sendiri, STIE, STIKES, dan Politeknik,” kata Izzah di sela-sela kegiatan Vaksinasi di kampus 2 UMPP, pekan kemarin.
Lebih lanjut, dikatakan Rektor pertama UMPP itu menjelaskan, dari 2600 mahasiswa aktif, sebanyak 481 mahasiswa UMPP menerima beasiswa. Mereka memperoleh beasiswa dari Bank Syariah Indonesia (BSI), Lazismu, Pemkab Pekalongan, KIP-Bidik Misi, dan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Mahasiswa penerima beasiswa didominasi di Fakultas Ekonomi Bisnis dan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer.
Mayoritas jenis beasiswa yang diterima mahasiswa adalah UKT dan KIP-Bidik Misi. Beasiswa UKT merupakan program penanggulangan dampak Pandemi Covid-19 yang diperuntukan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Setiap mahasiswa penerima beasiswa UKT mendapat bantuan dana pendidikan Rp 2,4 juta per semester.
“Adapun beasiswa KIP-Bidikmisi sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Penerima beasiswa KIP-Bidikmisi dibebaskan dari segala biaya pendidikan di UMPP dan mendapat biaya hidup Rp 2,4 juta per semester,” terangnya.
Dengan berubah menjadi UMPP, jelas Izza, akan lebih menguntungkan semua prodi, salah satunya pemerataan kualitas prodi sehingga dalam tempo tiga bulan pasca peleburan, UMPP mendapat Akreditasi B.
“Pencapaian Akreditasi B bagi UMPP hanya tiga bulan menunjukkan prasarana yang dimiliki UMPP, sudah memadai dan mampu melecutkan semangat para sivitas akademis lebih cepat meraih target akreditasi” kata Izzah.
Selain itu terbentuknya UMPP, pihaknya lebih mudah memperluas cakupan kerjasama baik dengan pemerintah maupun swasta sehingga memperbesar kontribusi kepada masyarakat di bidang pendidikan.
Ada 3 fakultas yang dimiliki UMPP yakni Fakultas Ekonomi Bisnis Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Khusus di Fakultas Ilmu Kesehatan, tahun ini membuka prodi baru yaitu S1 Kebidanan, dan Profesi Kebidanan. (oto/jec)