Duh, 13 ABK Asal India Berlabuh di Cilacap Positif Covid-19

0 55
Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. (Foto: Dok)

Cilacap | Memo Jateng

Sebanyak 13 anak buah kapal (ABK) asal India di kapal berbendera asing pengangkut gula rafinasi di Pelabuhan Cilacap, Jawa Tengah terdeteksi positif Covid-19. Tetapi, belum bisa dipastikan apakah virus yang menjangkit warga negara (WN) India tersebut merupakan varian baru B1617, yang disebut 50 persen lebih mudah menular dan ganas.

Sebelumnya KKP Kelas 2 Cilacap melakukan rapid test antigen terhadap 20 ABK asal India yang tiba pada 24 April 2021 di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Hasilnya, pada 26 April, tiga orang positif. PCR lantas dilakukan terhadap ketiha ABK tersebut dengan hasil positif. Selanjutnya tes PCR juga dilakukan terhadap seluruh awak kapal, sehingga total sebanyak 13 orang positif Covid-19.

Pasien positif dirawat di RSUD Cilacap, sedangkan ABK yang positif menjalani isolasi mandiri di kapal. Kata dia, Dinkes juga telah mengirimkan Genome squencing tiga ABK yang terkonfirmasi positif pada awal pengetesan ke Balitbangkes Kemenkes. Hingga kini Dinkes Cilacap belum mengetahui apakah para ABK asal India tersebut terpapar varian baru Covid-19. Sebab, hasil pemeriksaan belum keluar.

“13 positif. Kan lagi diperiksa, jadi swabnya dikirim ke Jakarta untuk pemeriksaan genome squencingnya. Untuk melihat varian baru atau bukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi, Jumat (7/5/2021).

Meski ada belasan ABK India positif Covid-19, bongkar muat gula rafinasi tetap dilakukan. Pramesti bilang, kegiatan bongkar muat dilakukan dengan pengawasan ketat petugas KKP Cilacap. Kemudian, sebanyak 49 pekerja bongkar muat dan pengawas asal Indonesia dirapid test antigen. Hasilnya seluruh pekerja negatif.

Namun begitu, untuk mengantisipasi penularan Covid-19, para pekerja bongkar muat tetap diwajibkan isolasi mandiri dengan pengawasan ketat. Dinkes dan KSOP juga memastikan sejak 3 Mei 2021 kegiatan bongkar muat sudah dihentikan.

“Pekerja bongkar muat sudah diperiksa semua, hasilnya semuanya negatif,” kata Pramesti.

Pada 5 Mei 2021, Dinkes juga menerima informasi dari RSUD bahwa salah satu pasien mengalami gejala berat dan butuh perawatan intensif. RSUD dan Dinkes membantu pemulihan dengan memfasilitasi pengadaan plasma konvalesen dan stemcell. (lip/rif)

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.