Bantuan PKH di Wilayah Moga Diduga Dikresss Rp 40 Ribu

0 70

Oleh Oknum Ketua Kelompok dengan Dalih untuk Transport dan Administrasi

Pemalang I Memo Jateng
Bantuan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) disebuah desa di Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang ada dugaan bantun tersebut di kress alias diminta untuk upeti sebagian oleh oknum ketua kelompok. Yang menjadi tidak habis pikir, ada upeti 10 persen tersebut terjadi sudah lama sejak awal adanya program PKH tersebut. Bagaimana ini bisa terjadi?
Temuan itu diperoleh memo jateng berdasarkan pengakuan sejumlah penerima PKH disebuah desa di Kecamatan Moga. Merek yang menerima bantuan pemerintah, dipotong oleh oknum ketua kelompok dengan dalih untuk transport, biaya administrasi dan uang kas. Pemotongan nilainya bervariasi, dari Rp 25 ribu sampai Rp 40 ribu per PKH.
Bantuan PKH ini diketahui kategori bantuan sosial dari Kementerian Sosial. Bantuan jenis PKH ini diberikan ke penerima manfaat (keluarga miskin) dengan variatif sesuai kategorinya. Ada yang berjumlah Rp 250 ribu hingga Rp 400 lebih per bulan. Dan pencairan program PKH langsung ke rekening penerima manfaat. Namun prakteknya penerima manfaat kadang kurang paham karena pakai kartu ATM.
Nah, proses upeti ini setelah PKH mencairkan uangnya, diminta oleh oknum ketua kelompok. Sejumlah warga PKH di desa wilayah Kecamatan Moga saat ditemui memo jateng mengaku, adanya pemotongan (upeti, red) tersebut sudah lama. Besarannya diakui dengan polos dari Rp 25 ribu hingga Rp 40 ribu.
“Saya terima bantuan uang sebelum bulan puasa, dipotong sebesar Rp 40.000,” tutur Siti salah satu warga disebuah desa di Kecamatan Moga, saat ditemui di rumahnya, kemarin.
Ditanya alasan ketua kelompok meminta uang setelah pencairan dari ATM, Siti bersama sejumlah warga yang saat itu bersama dia kompak aalsan pemotongan potongan tersebut untuk administrasi. Ada saksi yang mengaku diminta Rp 25 ribu. Permintaan ini dengan dalih Rp10 ribu untuk kas, Rp 5 ribu untuk adminitrasi, dan Rp 10 ribu untuk transport.
Sementara pendamping PKH Kecamatan Moga, Misbah saat dihubungi melalui sambungan telpon selulernya, belum bisa menjelaskan secara detail karena saat itu ia mengaku sudah pulang dari kantor. (koh/jec)

Leave A Reply

Your email address will not be published.