POLDA JATENG UNGKAP TIGA KASUS KAKAP DI BULAN RAMADHAN

0 5
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi (tengah) saat ungkap kasus, kemarin sore, di Mapolda Jateng. (Foto: Istimewa)

Semarang | Memo Jateng

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng berhasil mengungkap 3 kasus besar selama bulan Ramadhan, yakni kasus peredaran rapid antigen berbagai merk yang belum memiliki izin edar, kasus penyalahgunaan gas LPG bersubsidi, dan kasus peredaran gula putih oplosan. Ini jelas prestasi yang tak boleh dicueki. Tabik untuk Polda Jawa Tengah dibawah komando Kapolda Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Ungkap kasus tersebut dilaksanakan di Loby Ditreskrimsus Polda Jateng, pada Rabu (5/5) sore. Ungkap kasus tersebut dihadiri oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Wakapolda Jateng Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji dan Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald.

Kasus pertama petugas Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil mengamankan seorang karyawan PT SSP berinisial SPM (34) dengan ratusan barang bukti ratusan boks rapid antigen berbagai merek yang diduga tidak memiliki izin edar.

Dari pengakuan pelaku, dalam 1 minggu pelaku dapat menjual 300-400 boks x 100.000= Rp 40.000.000 (empat puluh juta rupiah) atau Rp 160.000.000 (seratus enam puluh juta rupiah) setiap bulan, dan jika ditotal selama 5 bulan jadi sebesar Rp 800.000.000 (delapan ratus juta rupiah) pendapatan bersih. Untuk pendapatan kotor selama 5 (lima bulan) sebanyak Rp 2.800.000.000 (dua miliar delapan ratus juta rupiah). Dengan area pemasaran khususnya di wilayah hukum Jawa Tengah.

“Sudah kami amankan 450 pack di TKP wilayah Genuk Semarang, jangan sampai dalam situasi Covid-19 ini ada pihak-pihak yang mencari keuntungan,” jelas Luthfi.

Kasus kedua, anggota Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil meringkus NK (38), sang pemilik usaha yang diduga telah mengalihkan atau menyuntik gas LPG dari tabung gas LPG ukuran 3 kg bersubsidi ke tabung gas LPG 12 kg nonsubsidi menggunakan sambungan pipa kompresor dan es batu. Total tersangka berjumlah 7 orang yaitu SY (55), P (59), BW (32) W (47), J (40), ES (34) dan AS (38).

“Ini sudah berlangsung selama 4-8 bulan dengan TKP di Kudus, Surakarta, Klaten, dan Grobogan. Semuanya kami lakukan penegakan hukum,” terang Kapolda.

“Tersangka menggunakan modus operandi yaitu dengan memindahkan gas LPG 3 Kg ke tabung gas LPG 12 Kg kemudian di jual kembali dengan harga normal rata rata Rp150.000,” kata Dirkrimsus.

Kasus ketiga anggota Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil mengamankan HTS (39) atas kasus pengoplosan atau pencampuran gula kristal rafinasi merek PT Andalan Furnindo dan gula kristal putih merek Radja Gula.

Persentase bahan yang dicampur 50% gula kristal rafinasi dan 50% gula kristal putih. Hasil pencampuran gula tersebut dikemas kembali menjadi Gula Kristal Putih Merek Radja Gula dan Matahari Merah. Selanjutnya gula hasil pencampuran tersebut dipasarkan di beberapa wilayah Jawa Tengah.

Dari praktik tersebut, tersangka mendapat keuntungan Rp 300 per kg keuntungan setiap kegiatan pencampuran sekitar Rp 6 juta dan Kejadian tersebut sudah berlangsung sekitar 1 tahun lamanya. Setiap bulan tersangka melakukan pengoplosan sekitar 4-6 kali tiap bulan.

“Tersangka kami amankan di TKP Ajibarang Banyumas, dalam satu bulan itu tersangka mengoplos 4 kali dengan 1 kali oplos bisa mencapai 20 ton,” jelas Luthfi.

Kapolda Jateng mengatakan, pengungkapan ini sebagai perlindungan konsumen dan merk di wilayah Jawa Tengah agar masyarakat tidak dimanfaatkan untuk mencari keuntungan oleh para pelaku kejahatan. (lim/rif)

Leave A Reply

Your email address will not be published.