Perumda Tirta Kajen Makin Meningkat dan Sehat, Pelayanan dan Stok Air Aman

Salah Satu BUMD Penyokong PAD Kabupaten Pekalongan  

Kajen I Memo Jateng
Ketersediaan air di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kajen selama ini selalu memadai bagi semua pelanggannya. Hal itu di kemukakan Direktur Perumda Air Minum Tirtra Kajen, Nur Wachid, S.I.Kom kepada Memo Jateng di ruang kerjanya, kemarin.
“Rasio ketersediaan air Perumda Air Minum Tirta Kajen rata-rata 135 % per bulan dari kebutuhan pelanggan, rinciannya 100 % volume air yang dikonsumsi pelanggan, 25 % estimasi kebocoran, dan 10% merupakan stok air menganggur, dengan demikian keadaan stok air boleh dikatakan aman,” jelas Nur Wachid.
Memadainya stok air di Perumda Air Minum Tirta Kajen ini karena wilayah Kajen dilingkupi dataran yang memiliki sumber air melimpah. Dan mendapatkan pasukan air dari mata air Mubal Linggo, Sidosukmo Hutomo (Karanganyar), Pakuluran dan Lemah Abang (Doro). Selain itu, pihaknya juga memperoleh pasokan dari Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Regional Jawa Tengah yang berlokasi di Talun dan memiliki sumber air dalam dari 8 sumur.

Saat ini setiap bulan rata-rata Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Pekalongan ini mengalirkan 330.000 kubik air kepada 20 ribu pelanggan yang tersebar di 14 kecamatan. “Di Kabupaten Pekalongan hanya empat kecamatan yang belum terjangkau jaringan, yakni Kandangserang, Talun, Lebakbarang, dan Paninggaran,” kata Nur Wachid.
Data Perumda Air Minum Tirta Kajen menunjukkan, sebagian besar air yang dikonsumsi oleh pelanggan di Kajen, Wonokerto, dan Kedungwuni. Rinciannya, pelanggan Kajen mengkonsumsi 26% dari total air yang tersalurkan. Hal itu disebabkan sebagai ibukota Kabupaten Pekalongan, di Kajen berdiri banyak kantor pemerintah dan kantor swasta serta makin bertambahnya perumahan.
Posisi kedua, terbanyak penggunaan air Perumda Air Minum Tirta Kajen adalah Wonokerto, pasalnya kecamatan ini tidak memiliki air tanah yang layak komsumsi sehingga sepenuhnya mengandalkan suplay air dari BUMD milik Pemkab Pekalongan ini. Sedangkan pengguna air Perumda Tirta Kajen terbanyak ketiga ada di Kecamatan Kedungwuni, yakni mencapai 12 %, karena Kedungwuni merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terpadat di Kabupaten Pekalongan.
“Selebihnya sekitar 49 % dikonsumsi pelanggan di 9 kecamatan lainnya,” papar Nur Wachid.
Sementara itu, dari sisi usaha Perumda Air Minum Tirta Kajen dibilang sehat. Hal itu ditandai dengan kecilnya tunggakan pelanggan yang hanya 3% dan keuntungan yang didapat dalam 1 tahun buku. Perolehan keuntungan tahun 2020 lalu, salah satu kebanggan BUMD Kabupaten Pekalongan ini mencatatkan laba di atas Rp 1 Milyar sehingga bisa berkontribusi bagi Pendapatan Asli daerah PAD) Kabupaten Pekalongan. Selain itu aset Perumda Air Minum Tirta Kajen juga mengalami pertumbuhan 23 %, yakni menjadi lebih dari Rp 23 Milyar. Atas capaian tersebut akhirnya perlu melakukan pengembangan jaringan.
“Dalam tahun 2021 ditargetkan membangun jaringan pipa sepanjang 10 km lebih. Dan melakukan sambungan 3.500 saluran rumah. Sampai bulan ini sudah tercapai 1 km jaringan pipa dan 200 saluran rumah,” pungkas Nur Wachid. (oto/jec)