Pemkot Pekalongan, Antisipasi Gelombang Pemudik Lebih Awal, Siapkan Gedung Karantina

0 17

Pekalongan I Memo Jateng
Adanya larangan mudik yang berlaku 6-17 Mei 2021, dipastikan akan terjadi gelombang arus mudik lebih awal, sebelum pemberlakuan larangan mudik. Pemkot Pekalongan telah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi datangnya gelombang pemudik yang tiba lebih awal atau sebelum musim liburan Lebaran.
“Pemkot menyadari larangan mudik itu diperkirakan tidak akan sepenuhnya ditaati warga masyarakat. Maklum saja, mudik sudah menjadi budaya atau tradisi masyarakat di Indonesia menjelang Lebaran, oleh karena itu kita ada skenario antisipasi adanya gelombang mudik lebih awal,” kata Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, Senin (19/04) saat ditemui di Pemkot Pekalongan.
Menurutnya perlu adanya pengawasan yang ketat dan antisipasi sejak dini untuk mencegah adanya lonjakan kasus Covid-19 dari Klaster pemudik tersebut. Selain dibantu petugas kepolisian, TNI dan Satpol PP, peranan RT dan RW, justru tidak kalah pentingnya.
“Salah satunya melibatkan peran serta RT/RW hingga tingkat kelurahan untuk melakukan pendataan warganya jika ada pemudik dini yang sudah sampai di kampung halamannya,” jelasnya.
“Peran RT/RW hingga kelurahan untuk menginformasikan atau dimulai dari lini bawah ini untuk melakukan pendataan warganya,karena data pemudik ini harusnya di mereka yang lebih mengerti,” inbuhnya.
Apalagi, menurut Afzan Arslan Djunaid, dengan sudah ditetapkannya tanggal larangan mudik dari pemerintah pusat, menurutnya, potensi pemudik dini dipastikan lebih banyak.
“Kami butuh kerjasama RT/RW dan kelurahan untuk mentracing jika ada pemudik dini yang sudah sampai di kampung halamannya,” terang Aaf.
Menurutnya, tracing di tingkat RT/RW hingga kelurahan ini diperlukan dan menjadi perhatian bersama khususnya jika ada pemudik yang memiliki gejala Covid-19 maupun berasal dari daerah kabupaten/kota yang berstatus zona merah. Dan pemudik yang memiliki gejala tersebut, minimal akan dilakukan rapid test antigen.
Bahkan, menurutnya, Pemkot Pekalongan telah menyediakan tempat isolasi mandiri di Gedung Diklat Jalan Merbabu, Kota Pekalongan. Dalam mengantisipasi pemudik, teknisnya hampir sama seperti tahun kemarin, pihaknya juga akan jaga dan pantau di pintu-pintu masuk kendaraan dari luar kota yang akan memasuki Kota Pekalongan.
Pihaknya juga tidak segan-segan, menyuruh putar balik pemudik, jika memang tidak ada keterangan penunjang syarat mudik. Kebijakannya masih sama tetap tidak boleh mudik pada tahun 2021 ini.
“Tinggal bagaimana nanti akan kami koordinasikan lebih lanjut juga dengan Dinas Perhubungan dan pihak Kepolisian, serta instansi terkait lainnya,”tandasnya. (rdi/jec)

Leave A Reply

Your email address will not be published.