14 Rumah yang Roboh Tidak Pakai Lama Bantuan Mengalir

Pekalongan I Memo Jateng
Bencana alam yang menimpa 14 warga Kota Pekalongan seperti rumah roboh dan bencana lainnya mengundang keprihatinan Pemerintah Kota Pekalongan. Pemerintah bergerak cepat membantu dengan menyalurkan bantuan kepada mereka sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya.
Asisten Administrasi, drg Agust Marhaendayana didampingi Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Pekalongan, Saminta menyerahkan langsung bantuan berupa uang tunai kepada 14 warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana banjir Kota Pekalongan pasca status tanggap darurat. Bantuan diserahkan di Ruang Kresna Setda Kota Pekalongan, Senin (19/4).
Saminta mengungkapkan bahwa saat bencana banjir yang menimpa Kota Pekalongan awal tahun ini, ketika status tanggap darurat Pemkot telah menyalurkan bantuan untuk 45 rumah roboh, kemudian usai tanggap darurat selesai ada 14 rumah yang roboh. Ini tersebar di Kecamatan Pekalongan Utara, Pekalongan Barat, dan Pekalongan Timur.
“Ini ada 14 warga yang pemkot bantu untuk meringankan beban mereka yang rumahnya beberapa waktu lalu mengalami kerusakan, roboh, dan rusak akibat bencana banjir. Bantuannya memang tidak seberapa, namun setidaknya ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah dalam meringankan beban warganya melalui mekanisme yang ada,” jelas Saminta.
Diutarakan Saminta bahwa mekanisme penerima bantuan rumah roboh dan kebakaran yakni harus diketahui oleh RT/RW dan kelurahan yang selanjutnya diajukan ke BPBD Kota Pekalongan seaku OPD yang menangani kebencanaan.
“Bantuan uang tunai yang diterimakan memang nominalnya berbeda-beda tergantung kondisi rumahnya, ada kajian dari RT, RW dan Kelurahan yang kemudian dilaporkan ke BPBD untuk disurvey ke lapangan. Kami berharap agar bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai dengan peruntukannya. Jangan dipergunakan untuk hal-hal yang tidak seperlunya,” tukas Saminta. (rdi/jec)