BANGUNAN GOR RP 1 MILIAR DIDUGA SARAT PENYIMPANGAN

Warga Mulai Menyoal, Pemdes Tertutup Terkait Kegiatan Proyek

Pemalang I Memo Jateng
Pembangunan Gedung Olah Raga (Gor) senilai Rp 1 miliar di Desa Penusupan Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang, kini disoal warga. Diduga, pembangunan yang dimulai sejak tahun 2018 itu, sarat penyimpangan. Pemerintah Desa (Pemdes) setempat melalui Sekretaris Desa (Sekdes), telah mengklarifikasi terkait dugaan penyalahgunaan anggaran atau wewenang tersebut. Nah, seperti apa sebenarnya, proyek yang dianggarkan dari APBDes itu terkesan mangkrak? Benarkah berpotensi terjadinya korupsi?
Proyek gedung GOR di Desa Penusupan, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang dipersoalkan. Proyek yang diduga dianggarkan mencapai Rp 1 miliar dalam tiga tahun (2018 – 2020) tersebut, hingga kini terkesan mangkrak. Ternyata tidak hanya gedung GOR saja yang disoal. Sejumlah proyek yang dianggarkan dari APBDes Penusupan juga tidak luput dari sorotan.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Herin Hajunggo Markundjoyo (50), kepada memo jateng mengatakan, krisauan warga diawali dari tidak transparannya pemerintahan desa. Baik terkait anggaran-anggaran desa, juga kegiatan pelaksanaan proyek yang diduga tidak sesuai bestek.
“Intinya, ada anggapan dari saudara Kades, kalau yang kritis itu dianggap musuh. Padahal kami ini ingin desa kami ini lebih maju. Dan tiap kali kami (warga, red) ingin menanyakan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan anggaran dari desa, pemdes terkesan tertutup,”ungkap Herin, saat ditemui memo jateng di desanya, belum lama ini.
Diungkapkan Herin lagi, kepercayaan warga terhadap kepala desa akhir-akhir ini sudah hilang. Hal ini terkait bangunan GOR yang sejak digarap tahun 2018 hingga 2020. Informasi yang diperoleh tokoh masyarakat ini, pada tahun 2019 ada anggaran sekitar bangunan GOR sebesar Rp 672 jutaan,-. Dan untuk tahun 2020 ada tambahan anggaran lagi Rp 313 jutaan,-.
Ditotal anggaran untuk bangunan GOR yang kesan mangkrak tersebut mencapai Rp 1,07 miliar.
Isu-isu banyaknya proyek yang tidak dilaksanakan dengan ketentuan yang ada, menjadikan suasana desa kurang kondusif. Terlebih proyek yang nilainya fantastis sekelas untuk APBDes hingga Rp 1, 07 miliar, namun pekerjaannya tidak beres.
“Informasinya, proyek yang nilainya Rp 672 jutaan juta harusnya di tahun 2018. Tapi entah kenapa, tahun 2018 hanya pondasi saja. Dan baru tahun 2019 bangunan itu digarap. Dalam tatanan pembangunannya juga tidak sesuai prosedur. Nabrak-nabrak aturan, sampai BPD danTPK saja diduga tidak difungsikan. Silahkan cek saja,”ucap Herin dihadapan memo jateng yang saat itu didampingi sejumah warga lainnya.
Seperti pantauan memo jateng, gedung GOR yang terkesan mangkrak tersebut terlihat kurang terawat. Atap ada yang bocor, lantai masih acak-acakan, sehingga adanya kabar penggunaan anggaran pembangunan GOR mencapai Rp 1 miliar lebih tersebut patut dipertanyakan.
Menurut wakil ketua BPD Desa Penusupan yang saat itu menjabat, Muchsin Mardi terkait dengan proyek bangunan GOR hanya sekali saja diajak rapat pada tahap perencanaannya, yaitu tahun 2017. Perangkat BPD hingga terakhir 2018 tidak pernah diajak musyawarah desa (musdes) atau rapat-rapat desa. “Sama sekali tidak pernah dilibatkan setelah itu. anggota BPD tidak bisa berbuat apa-apa,”tuturnya Mardi kepada media ini, beberapa waktu lalu.
Sementara, pejabat Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Penusupan, Riyan, yang memiliki peran tanggungjawab terkait kegiatan APBDes, saat dikonfirmasi menyatakan, dirinya hanya menandatangani hal-hal kegiatan untuk pertanggunggjawaban. Namun selebihnya, seperti rapat-rapat pembangunan GOR bahkan rapat dengan pihak pemborongpun tidak pernah dilibatkan.
“Segala kegiatan saya jarang dilibatkan. Dan saya tidak tahu menahu bagaimana proyek itu (GOR, red),”ujarnya.
Nah, bagaimana pihak Pemdes Penusupan terkait kabar carut-marutnya proyek GOR yang diduga senilai lebih dari Rp 1 miliar tersebut? Saat hendak dikonfirnasi Kepela Desa Penusupan Fauzan, tidak ada di kantornya. Diperoleh konfirmasi melalui sekretarus desa, Nur Hikmah kepada memo jateng mengatakan, terkait proyek anggaran GOR yang berpotensi adanya dugaan korupsi enggan mau menjelaskan lebih jauh. Termasuk adanya kesan proyek GOR mangkrak.
Bu Sekdes ini mengaku adanya proyek-proyek ada yang sampai tidak bisa menjelaskan secara detail. Terkait anggaran yang disebut-sebut warga mencapai Rp 1 miliar, anggaran sebesar itu belum sepenuhnya untuk pembangunan GOR. Dikatakan dia, mangkraknya proyek GOR diantaranya disebabkan oleh pengalihan anggaran yang seharusnya untuk GOR malah dipergunakan untuk proyek lainnya.
Saat ditanyakan seperti apa untuk anggaran lainnya? Bu Sekdes ini tidak bisa menjelaskan secara detail. Hanya satu kegiatan yakni pengadaan lampu tenaga surya.
“Setiap kegiatan pasti masuk dalam perencanaan. Namun hal ini yang bisa menjelaskan lebih detail adalah pak kepala desa sendiri,”ungkap Sekdes Penusupan, Nur Hikmah, kepada memo jateng. (lan/rin/jec)