Palsu Ratusan Tanda Tangan, Bendahara Proyek Tilep Dana Bantuan

0 29

Wonosobo, Memo Jateng – Luar Biasa. Begitulah ulah mantan bendahara Unit Pengelola Keuangan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Kecamatan Watumalang, Wonosobo berinisial RS (36). Ia diduga menggelapkan Rp 199.181.000 uang negara, sehingga polisi menetapkannya sebagai tersangka korupsi.
RS pun ditahan Penyidik Unit Tipidkor Polres Wonosobo. Modus perbuatan RS yaitu dengan mengambil tabungan kelompok peminjam dana bergulir di DAPM Kecamatan Watumalang, Wonosobo.
“Ada seratus lebih nasabah yang diambil tabungannya tanpa izin dan tanpa sepengetahuan ketua UPK. Tersangka melakukannya mulai tahun 2015 sampai 2017,” terang Kasat Reskrim AKP Heriyanto saat jumpa pers di Mapolres Wonosobo, Kamis (8/8).
Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan diketahui beberapa tanda tangan ketua UPK DAPM Kecamatan Watumalang tidak identik dengan tanda tangan asli. Hal ini diketahui setelah dilakukan pemeriksaan di labfor.
Heriyanto mengatakan, merujuk pada ketentuan UU No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU No 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, keuangan DAPM masih termasuk keuangan negara.
“Hal ini juga dikuatkan oleh ahli keuangan negara yang sudah kami mintai keterangannya”, ujarnya.
Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa berkas peminjaman dana bergulir, slip pengambilan tabungan dengan tanda tangan palsu, serta uang pengembalian dari RS sebesar Rp 22.150.000.
“Tersangka diancam hukuman penjara 20 tahun dan denda Rp 1 miliar. Hari ini, berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh Jaksa dan akan dilakukan pelimpahan,” jelasnya.(det/usa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.