Gubernur Khofifah Tak Ikut Campur Penyelidikan KPK di Jatim

0 28

Surabaya, Memo Jateng – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menegaskan tak akan mencampuri penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penggeledahan di kantor dan rumah pribadi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Fattah Jasin.

“Kasus yang sedang diselidiki itu tahun 2018 sebelum saya menjabat sebagai gubernur. Jangan tanya saya,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (7/8/2019) malam.

Dia mengaku tak akan menghambat proses penyelidikan KPK. Mantan Mensos Presiden Jokowi ini pun menyerahkan proses hukum dugaan kasus korupsi di jajaran Pemprov Jatim ke lembaga antirasuah tersebut.

“Kita beri kesempatan proses hukum berjalan,” ujar Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu tanpa bersedia berkomentar lebih banyak.
Sebelumnya, KPK menggeledah tiga tempat di wilayah Surabaya, Jatim, pada Rabu malam. Ketiganya yakni, Kantor Dishub Jatim, rumah Kepala Dishub Jatim, Fattah Jasin, dan ruman mantan Sekda Provinsi Jatim.

Dalam penggeledehan itu, petugas tampak membawa satu koper hitam. Saat ditanya wartawan mereka hanya bungkam dan berlalu masuk mobil dan keluar dari area halaman rumah.

Sementara itu, salah seorang pembantu di rumah mengaku saat penggeledahan, Fattah Jasin tidak ada di rumah. Ia menyebut orang rumah sedang keluar semua. “Nggak ada, semua lagi keluar dari tadi,” katanya singkat.

KPK melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Jatim. Penggeledahan dilakukan terkait dugaan suap pengesahan APBD yang menjerat Ketua DPRD Tulungagung Supriyono.

Dalam kasus ini, Supriyono ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengesahan APBD dan/atau APBD-P Tulungagung 2015-2018. Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan dari kasus eks Bupati Tulungagung Syahri Mulyo yang telah divonis 10 tahun penjara.

KPK menduga uang tersebut berasal dari Syahri Mulyo dan kawan-kawan sebagai syarat pengesahan APBD dan/atau APBD-P. KPK menyebut Supriyono menerima uang tersebut secara bertahap.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Yuyuk Andriati Iskak mengatakan, penggeledahan tersebut terkait dengan kasus suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2018.

“Penggeledahan untuk tersangka SPR (Supriyono) tindak pidana korupsi suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2018,” katanya. (sin/rif)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak
Leave A Reply

Your email address will not be published.