Didemo karena Dianggap Goda Syahwat

0 28

Jember, Memo Jateng – Puluhan santri dalam Aliansi Santri Jember (ASJ) menggelar unjuk rasa di depan Pemkab Jember, Kamis (8/8/2019). Aksi ini mendapat pengawalan sekitar 200 personil Kepolisian Resort Jember.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa mendesak Pemkab Jember dan tim Jember Fashion Carnival (JFC) 2019, meminta maaf atas aksi umbar aurat di acara fashion berkelas internasional tersebut.

Fathor Rohman, peserta aksi mengatakan, gelaran JFC 2019 yang mendatangkan artis ibu kota, beberapa minggu lalu dinilai tidak pantas. Sebab, itu tidak mencerminkan budaya lokal masyarakat Jember, yang bertradisikan pesantren. Seharusnya JFC menampilkan busana lokal, nasional, bahkan internasional, yang berciri khas budaya lokal.
“Justru yang terjadi mengumbar hal yang tak pantas, di hadapan tokoh dan anak muda, yang agamis. Kami bukan menghalangi JFC. Kami tetap mendukung, namun jangan sampai teledor lagi,” ujar Fathor Rohman.

Pengunjuk rasa akhirnya ditemui Wakil Bupati Jember, Abdul Muqit Arief, di depan kantor Pemkab Jember. Dalam kesempatan tersebut, Muqit Arief yang juga Pengasuh Ponpes Alfalah Desa Karang Harjo, Jember, ini menjelaskan, apa yang disuarakan para santri ASJ sebelumnya sudah dibahas seluruh komponen Forkopimda Jember, ulama, dan beberapa budayawan, sehari lalu.

Forkopimda Jember dan beberapa ulama serta manajemen Jember Fashion Carnival berkumpul, siap mengakomodasi masukan-masukan dan meminta maaf kepada masyarakat Jember. (lip/rif)

Leave A Reply

Your email address will not be published.