Curi Saldo Rekening Bermodal 55 Kartu ATM

0 43

Sleman, Memo Jateng – Setelah sempat terjadi di Boyolali, kasus pencurian saldo tabungan dengan modus menukar ATM milik korbannya juga terjadi di Sleman. Dua pria paruh baya, A (56) dan AB (50), diringkus jajaran Polres Sleman karena mencuri saldo rekening nasabah bank. Keduanya membekali diri dengan 55 kartu ATM untuk melancarkan aksinya dengan modus tukar kartu.
“Modusnya menukar kartu ATM milik korban dengan kartu ATM yang dibawa pelaku,” kata KBO Satreskrim Polres Sleman Iptu Bowo Susilo saat jumpa pers di Mapolres Sleman, Kamis (8/8).
Sebelum beraksi, kedua pelaku yang merupakan warga Surabaya ini lebih dulu mencari kartu ATM yang akan ditukar dengan calon korbannya. Caranya, mereka mendatangi sejumlah minimarket dan bertanya kepada kasir apakah ada kartu ATM yang tertinggal.
“Pelaku mengumpulkan 55 kartu ATM di minimarket-minimarket dengan berpura-pura bertanya apakah ada kartu ATM yang tertinggal. Saat dijawab ada, kartu ATM itu langsung dibawa pelaku, padahal sebetulnya bukan punya mereka,” jelas Bowo.
Kemudian, pada 29 Juli lalu, kedua pelaku mencari target korban di sebuah pusat perbelanjaan di Sleman. Ketika sudah bertemu dengan calon korbannya, salah satu pelaku mengatakan akan menyalurkan sedekah kepada anak yatim melalui rekening korban.
Untuk meyakinkan korban, kedua pelaku juga membawa dua kartu master ATM dan mengaku berisi saldo masing-masing Rp 1,5 miliar dan Rp 99 juta. “Korban lalu dibawa ke ATM, pelaku memperhatikan korban memencet PIN. Saat korban lengah, pelaku menukar kartu ATM,” terang Bowo.
Setelah berpisah dengan korban, pelaku lantas menguras isi rekening ATM korban senilai Rp 15 juta. Korban baru tersadar kartu ATM-nya ditukar sehari setelahnya dan langsung melapor ke polisi.
“Kedua pelaku diamankan di Surabaya pada 3 Agustus lalu. Mereka mengaku sudah beraksi dua kali di Sleman, lalu ada TKP lain di Solo, Semarang, dan Surabaya,” imbuh Bowo.
Salah satu pelaku, AB, mengaku memilih calon korban secara acak. Kemudian dia meminta korban mengecek ATM karena ingin mengintip berapa PIN dan memastikan apakah saldo rekeningnya berisi uang.
“Minta tunjukkan saldo terakhir apakah rekeningnya masih sehat. Saat (korban) lengah, dilihat berapa PIN dan ditukar kartu ATM-nya,” akunya.
Dari tangan kedua pelaku, polisi mengamankan barang bukti satu unit mobil sebagai sarana kejahatan, dua kartu master ATM, 55 kartu ATM berbagai jenis, dan uang Rp 150 ribu.
Keduanya kini mendekam di Rutan Polres Sleman untuk proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(det/usa)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak
Leave A Reply

Your email address will not be published.