Peneror Petasan di Klaten Ditangkap, Ternyata Gara-gara Cemburu

0 26

Klaten, Memo Jateng – Kasus teror dengan modus pelemparan petasan berisi paku di di Klaten akhirnya terkuak, setelah aparat Polres Klaten menangkap tersangka pelakunya, yaitu Bambang Murdoko (41) warga RT 01 RW 06, Desa Ngemplak, Kalikotes. Motif pelaku diduga karena adanya masalah pribadi atau cemburu.
Pelaku melakukan aksi teror tidak hanya sekali. Namun dilakukan tersangka sebanyak tiga kali. Aksi terakhir terjadi pada tanggal 6 Agustus 2019 dinihari. Rumah korban, Sigit Purwanto yang jadi sasaran itu sempat membuat warga atau tetangga sekitar terkaget. Petasan yang digunakan meneror juga dilengkapi paku-paku.
Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi mengungkapkan polisi menduga tersangka memiliki hubungan dekat dengan istri Sigit, yakni Rubiyem. Karena cemburu, tersangka melakukan teror ke rumah mereka.
“Istri korban ini memiliki hubungan dengan seseorang yang diduga melakukan pelemparan. Setelah kita selidiki memang pelakunya orang tersebut,” kata Aries di Mapolres Klaten, Kamis (8/8).
Tersangka ditangkap pada Rabu (7/8) sore di jalan menuju Dukuh Sobrah Gede, Klaten Tengah. Dia kemudian diperiksa di Mapolsek Kalikotes.
Tersangka mengakui telah melakukan aksinya sebanyak tiga kali. Aksi pertama dilakukan pada 26 Juli 2019 dengan menggunakan paralon yang dimodifikasi menjadi petasan berisi mur baut.
“Aksi kedua pada 31 Juli 2019 dengan melemparkan plastik hitam berisi mercon dan paku, namun tidak meledak. Terakhir tanggal 6 Agustus kemarin,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, mercon-mercon tersebut dibeli tersangka sejak sebelum lebaran dan bukan untuk tujuan meneror. Setelah berkonflik dengan Rubiyem, dia berinisiatif menggunakan mercon tersebut untuk meneror.
“Menurut saksi, tersangka saat melakukan aksinya ditemani seorang rekannya. Ternyata temannya itu tahunya diajak memancing, ternyata diajak beraksi,” ucapnya.
Adapun barang bukti yang dikumpulkan ialah mercon tabung, paralon dan sejumlah paku. Polisi juga menyita sepeda motor korban, serta pakaian dan korek gas miliknya. Pelaku terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.(det/usa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.