MENUNGGU PASAL BOYAMIN BIKIN “PANAS” KETUA PN SEMARANG

int
0 26

Semarang, Memo Jateng – Pemasang ‘segel’ di gazebo Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Maki), Boyamin Saiman berbuntut panjang. Aktifis sekaligus pengacara ini akhirnya dipolisikan oleh Ketua PN Semarang ke Polrestabes Semarang. Yang jadi pertanyaan, pasal apa yang disangkakan Boyamin yang bikin (baca: membuat) kuping panas PN Semarang tersebut?

Hal sambungan…
Sebelumnya, Boyamin dilaporkan polisi oleh Ketua PN Semarang, Sutaji karena memasang nekad ‘segel’ di gazebo yang berada di kompleks PN Semarang. Boyamin menyebut pemasangan ‘segel’ bertulis ‘Bangunan Gazebo Ini Bukan Milik Negara’ tersebut didasari adanya dugaan dana gazebo diperoleh dari hasil suap Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi dan mantan hakim PN Semarang, Lasito.
Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor yang menyebut uang suap juga digunakan untuk pembangunan berbagai fasilitas di PN dalam rangka peningkatan akreditasi. Dirinya siap meladeni laporan Ketua PN Semarang terssebut. Terbukti, Kamis (8/8) mendatangi Satreskrim Porestabes Semarang untuk diklarifikasi. Padahal, diketahui belum ada panggilan. Boyamin minta segera diperiksa meski belum ada panggilan.
“Mendatangi kantor Polrestabes Semarang guna bersedia dimintai keterangan meskipun belum ada surat panggilan,” kata Boyamin pada wartawan di Mapolrestabes Semarang, Kamis (8/8). Pria yang dibesarkan kepopuleran namanya di Kota Solo itu, mendatangi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang sendirian. Boyamin berinisiatif datang meski belum ada panggilan.
“Aku tidak bisa menduga apakah keteranganku dibutuhkan saat ini oleh pihak Polrestabes Semarang. Namun apa pun, nyatanya, telah dilaporkan oleh PN Semarang,” katanya pada wartawan, kemarin.
Di sisi lain, Boyamin bisa menyebutkan dugaan pasal apa yang menjadi dasar pelaporan ketua PN Semarang. Dan dia merasa untuk penting untuk klarifikasi dengan kooperatif mendatangi kepolisian meskipun belum ada surat panggilan.
Setelah dari SPKT, ia mencoba menemui Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang AKP Sugeng. Setelah itu, ia diperiksa oleh penyidik sekitar 4 jam dan rampung sekitar pukul 17.00 WIB. Diterangkan, ada sekitar 30 pertanyaan yang disampaikan penyidik.
Pertanyaan berkisar aksinya pasang segel di gazebo PN Semarang. Meski demikian, Boyamin belum tahu pasal apa yang menjeratnya. “Belum tahu sangkaan melanggar pasal apa,” ucap Boyamin.
Sebelumnya, Boyamin menyatakan menghormati langkah PN yang menempuh jalur hukum atas perbuatanku pasang stiker di gazebo. PN sudah memberikan contoh yang baik telah menempuh jalur hukum atas sengketa hukum yang dianggap merugikannya.
Dia menyatakan siap jika ada panggilan dari polisi untuk pemeriksaan. Namun sampai saat ini surat panggilan belum diterimanya. “Aku siap mengikuti proses hukum termasuk siap datang jika dipanggil polisi atas laporan tersebut,” tegasnya.
Ia menyebut tidak akan tempuh praperadilan dan mengikuti semua proses hukum. Boyamin juga tidak akan menunjuk lawyer.
“Tidak akan menempuh upaya praperadilan atas apapun tindakan kepolisian menindaklanjuti laporan tersebut. Aku akan mengikuti semua proses di kepolisian dengan patuh sebagai penghormatan terhadap tegaknya hukum dan keadilan,” jelas Boyamin.
“Tidak akan menunjuk lawyer untuk mendampingi jika dipanggil oleh polisi, aku akan menghadapi dan mengikuti semua proses secara mandiri,” imbuhnya.

Diketahui, Boyamin memasang kertas ‘segel’ di gazebo PN Semarang karena diduga hasil suap dalam kasus dugaan suap Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan mantan hakim PN Semarang Lasito.

Penempelan ‘segel’ bertulisan “Bangunan Ini Bukan Milik Negara” itu dilakukan Boyamin pada Senin (5/8). Pada hari yang sama, Sutaji mengutus Sekretaris PN Semarang melapor ke Polrestabes Semarang. (ibs/din)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak

Leave A Reply

Your email address will not be published.