Komplotan Penipu Jual Emas Palsu, Pegadaian Rugi Miliaran

0 39

Nasional, Memo Jateng – Polres Metro Jakarta Selatan menangkap pelaku penipuan terhadap kantor Pegadaian dengan modus menjual emas palsu. Pelaku yang berjumlah tujuh orang tersebut juga menggunakan identitas palsu.
“Berhasil menangkap pelaku tindak pidana dengan menggunakan identitas palsu kemudian menggadaikan perhiasan ke pegadaian yang sudah disepuh seolah-olah seperti emas beneran dan dijual ke pegadaian,” ujar Kasat Reskrim Polres Jaksel, Kompol Andi Sinjaya, di kantornya, Jl Wijaya II, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (8/8).
Ketujuh tersangka tersebut terdiri dari 3 laki-laki berinisial FR (53), F (25), dan R (21), serta 4 perempuan berinisial A (20), SD (43), S (52), dan LY (19).
Andi menjelaskan para pelaku berbagi peran untuk melancarkan aksinya. Dari yang menyiapkan perhiasan yang hendak dijual, mengantarkan ke Pegadaian, hingga yang berperan sebagai orang yang menggadaikan.
Komplotan ini menyasar kantor Pegadaian. Setidaknya ada 3 kantor Pegadaian di Jakarta Selatan yang menjadi korban para pelaku. “Di laporan polisi kami ada tiga, di Jagakarsa dan Ragunan. TKP Kantor Pegadaian Departemen Pertanian, Jalan Margasatwa, Ragunan, Pasar Minggu,” kata Andi.
Andi menyatakan pelaku ditangkap di dua lokasi. Di lokasi pertama, polisi meringkus tiga tersangka di wilayah Jatijajar, Tapos, Depok, Jawa Barat, pada Kamis (27/6). Sedangkan empat tersangka lainnya diamankan polisi di Pekanbaru, Riau, pada Jumat (12/7).
Akibat perbuatannya, para tersangka disangkakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. Sementara akibat penipuan itu, kantor pegadaian mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
“Kerugian mencapai hampir 1 miliar rupiah,” ujar Kompol Andi Sinjaya.
Modus para pelaku menggunakan identitas palsu, lalu menjual perhiasan palsu ke pegadaian. “Jadi dia datang sudah siapkan identitas palsu, barang emas sepuhan juga sudah siapkan. Lanjut mereka mengisi aplikasi dengan identitas palsu. Sudah dilakukan beberapa kali,” kata Andi.
Pegawai pegadaian awalnya tidak curiga karena ’emas’ para pelaku sangat mirip dengan yang asli. Namun kemudian mereka baru menyadari setelah memeriksa identitas para pelaku yang berbeda-beda.(usa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.