Kena OTT KPK, Kekayaan Nyoman Dhamantra Capai Rp 25 Miliar

0 33

Nasional, Memo Jateng – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penangkapan terhadap anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, Nyoman Dhamantra yang diduga terkait suap impor bawang putih. Nyoman berangkat dari Bali karena sedang mengikuti Kongres PDIP sebelum akhirnya dijemput tim KPK di Bandara Soekarno Hatta, Kamis.
“Yang pasti satu orang ini perjalanannya diduga dari Bali kemudian ke Jakarta dan kami jemput di Bandara Soekarno Hatta. Jadi tim langsung ditugaskan ke sana dan dibawa ke kantor KPK,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis.
Penangkapan anggota Komisi VI DPR RI, kata Febri, terkait dengan ditangkapnya terlebih dahulu orang kepercayaan anggota Komisi VI DPR RI itu.
“Karena sebelumnya KPK sudah mengamankan orang dekat atau orang kepercayaan dari anggota DPR RI ini sehingga dari sana ditemukan bukti-bukti bahwa kami harus mengamankan satu orang lagi yang merupakan penyelenggara negara dalam kasus ini,” kata Febri.
Sebelumnya, KPK telah mengamankan bukti transfer sekitar Rp2 miliar dan uang dalam bentuk dolar AS terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta tersebut.
“Kami mengamankan sejumlah barang bukti termasuk di antaranya bukti transaksi perbankan yang diduga menggunakan money changer dengan lebih dari Rp2 miliar. Jadi, ada transfer yang menggunakan fasilitas money changer yang kami indikasikan itu ditujukan untuk salah satu anggota DPR RI di Komisi VI terkait impor bawang putih,” kata Febri.
Sementara bukti uang dalam bentuk dolar AS diamankan dari orang kepercayaan anggota Komisi VI DPR RI tersebut.
“Ada uang dalam dalam mata uang asing dolas AS yang juga kami amankan dari salah satu pihak yang diamankan kemarin malam. Nanti kami sampaikan lagi update jumlahnya berapa, karena KPK juga harus mengidentifikasi lebih lanjut uang yang dibawa tersebut itu terkait dengan spesifik perkara ini atau hal-hal yang lain,” ucap Febri.
Sampai saat ini, kata dia, total KPK telah menangkap 12 orang termasuk anggota Komisi VI DPR RI tersebut yang dibawa tim KPK dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis.
Sebelumnya, 11 orang telah terlebih dahulu ditangkap di Jakarta dari Rabu (7/8) malam hingga Kamis pagi terdiri dari unsur swasta, pengusaha importir, sopir, orang kepercayaan anggota DPR RI, dan pihak lainnya.
“Ada 12 orang totalnya yang kami amankan sampai dengan siang ini. Barusan ada satu orang yang kami amankan dari Bandara Soekarno Hatta dan kemudian dibawa ke kantor KPK dan sekarang sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” kata Febri.
Jumlah Kekayaan
Dilihat dari situs Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Kamis (8/8), Nyoman Dhamantra terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 30 Juni 2016. Dhamantra punya harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 20.862.685.000. Tanah tersebut tersebar di Jakarta Selatan, Purwakarta, dan Tangerang Selatan.
Harta bergerak yang dia punyai berupa lima mobil, yakni Mercedes-Benz Viano tahun 2001, Toyota Kijang Innova tahun 2009, Daihatsu Xenia tahun 2006, Nissan Teana tahun 2010, dan Toyota Avanza tahun 2014. Total nilainya Rp 1.310.000.000.
Dia juga punya harta bergerak lainnya berupa barang-barang seni dan antik senilai Rp 3.000.000.000 serta benda bergerak lainnya senilai Rp 11.000.000. Dia juga punya giro dan setara kas yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp 5.674.500. Dia tercatat tidak punya utang. Total harta Dhamantra adalah Rp 25.189.359.500.
Kini Dhamantra bersama 11 orang lainnya sudah berada di gedung KPK. Mereka sedang diperiksa sebelum nantinya KPK menentukan status hukum mereka.(usa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.