Aparat Polres Turunkan Kekuatan Penuh

0 26

Batang, Memo Jateng – Kepolisian Resor Batang, mengajak warga desa untuk menghindari intimidasi, provokasi, dan kekerasan pada pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak, September 2019.
Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga mengatakan bahwa polres telah menyiapkan rencana pola pengamanan yang melibatkan seluruh anggotanya dan dibantu oleh personel Polda Jateng, Brimob, dan polres tetangga.
“Kami sudah siapkan rencana pola pengamanan pilkades yang lebih humanis guna mengantisipasi segala bentuk kerawanan di beberapa desa yang akan melaksanakan pilkades,” ujarnya, kemarin.
Kapolres juga mengajak warga dan para calon kades agar berkompetisi secara sehat, sesuai peraturan, dan tidak melanggar hukum.
“Kami akan menggelorakan perubahan untuk memperbaiki pilkades yang bermartabat atau tidak ada permainan politik uang. Ini semua, situasi tetap kondusif pada pelaksanaan pilkades nanti,” sebutnya.
Menurut dia, pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 yang berlangsung aman dan kondusif bisa diikuti pada pelaksanaan pilkades serentak 2019.
“Kami imbau warga tidak terpancing isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan melakukan intimidasi serta provokasi,” tegasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Batang Agung Wisnu Barata mengatakan bahwa saat ini seluruh pemangku kepentingan sedang merumuskan solusi untuk mengatasi kemungkinan terjadinya politik uang pada pelaksanaan pilkades.
“Kami akan mengajak seluruh elemen masyarakat baik kepala desa, PPRT, aktivis, TNI/Polri, dan kejaksaan negeri berdiskusi untuk menyuarakan pilkades yang bersih politik uang dan beradab,” katanya.

Bupati Batang Wihaji menyatakan, pihaknya telah menginstruksikan para camat menginventarisasi dan memetakan kondisi desa yang rawan menimbulkan gesekan pada saat pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak pada 13 September 2019.
“Ini perlu guna mempersiapkan langkah-langkah antisipasi yang cepat dan tepat dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi saat pelaksanaan pilkades,” katanya.
Dia meminta camat bisa mengenali kondisi wilayah masing-masing dan selalu koordinasi dengan polsek dan koramil. “Jika ada hal-hal yang dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan, segera selesaikan dengan baik agar iklim kondusif tetap terjaga,” katanya.
Pilkades serentak yang diikuti oleh 206 desa tersebut, pemkab menargetkan minimal lima desa bisa menjadi percontohan pelaksanaan pilkades tanpa permainan politik uang. “Target minimal lima desa. Namun, diharapkan bisa lebih banyak, lebih baik lagi,” tandasnya. (bat/mht)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak
Leave A Reply

Your email address will not be published.