Kawasan Sungai Setu yang akan segera dilakukan normalisasi.

0 36

Barcelona harus mendatangkan kembali Neymar untuk mengobati ketidakbahagiaannya. Ia saat ini tidak bahagia dan satu tim dengan Luis Suarez akan membantu Neymar memulihkan senyumnya yang telah lama hilang.

Neymar belakangan menjelma menjadi ‘hantu’, setelah sebelumnya dipuja puji lantaran ia pemain termahal di dunia. Aksinya di lapangan juga menyihir banyak orang. Tetapi kini ia berulangkali membuat ulah, sampai-sampai Presiden Paris Saint-Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi gerah atas perilaku pemain bintangnya itu. Neymar kini memang lebih sering mendulang sensasi ketimbang meraih trofi.

“Saya tidak ingin lagi memiliki pemain yang bertingkah seperti selebriti. Pemain harus memikul tanggung jawab mereka lebih dari sebelumnya,” kata Al-Khelaifi.

Neymar pernah berseteru dengan Edinson Cavani karena berebut sebagai algojo tendangan penalti. Bahkan, bentrokan keduanya dikabarkan meluber hingga ke ruang ganti. Ulahnya tak berhenti di situ. Ia memukul seorang fan di tribune saat PSG keok dari Stade Rennais pada final Coupe de France akhir April lalu.

Belum lagi dengan omelan Neymar pasca-kekalahan timnya dari Manchester United di Liga Champions. Ujung-ujungnya, dia dan PSG yang merugi karena UEFA melarangnya tampil di tiga laga Liga Champions musim depan.

Well, pemilik mana yang ingin klubnya terdengar bising karena kontroversi ketimbang prestasi? Ia menginginkan kerja keras dari para penggawanya. Malah, ia tak segan menendang pemain yang ogah diatur.

Logis Al-Khelaifi mulai menebar ultimatum. PSG mengakhiri musim 2018/19 dengan gelar yang minim. Kendati sukses menjuarai Ligue 1 dan Trophee des Champions, PSG gagal mempertahankan Coupe de France dan Coupe de la Ligue. Ditambah kegagalan Kylian Mbappe cs di ajang Liga Champions.

“Mereka harus melakukan lebih banyak, bekerja lebih banyak. Mereka di sini bukan untuk menyenangkan diri mereka sendiri. Jika mereka tidak setuju, pintu terbuka untuk mereka. Ciao!” lanjut Al-Khelaifi.

Neymar sendiri memang santer dikabarkan bakal angkat kaki dari PSG. Adalah Barcelona dan Real Madrid yang dikabarkan jadi peminat terbesarnya. Ia pun telah memberi jawaban atas pernyataan Al-Khelaifi itu. “Saya tidak ingin bermain di sini lagi, saya ingin kembali ke rumah saya, di mana saya seharusnya tidak pernah pergi,” ucapnya ketus.

PSG siap menjual Neymar di bursa transfer musim panas 2019. Klub kaya Prancis itu sudah menetapkan harga Neymar, yakni 250 juta atau sekitar Rp 4 triliun. Harga itu lebih tinggi dari ketika PSG memboyong Neymar dari Barcelona pada musim panas 2017, yakni 222 juta euro.

Kariernya Hancur

Tetapi seperti dilansir Football Espana, PSG bersedia menurunkan harga pemain kelahiran 5 Februari 1992 itu, di harga 200 juta euro. Keputusan itu diambil karena PSG kehilangan kepercayaan pada kemampuan Neymar untuk memenangkan trofi Liga Champions. Selain itu, PSG semakin khawatir dengan perilakunya di luar lapangan.

Kendatipun harganya sudah diturunkan, tidak mudah bagi PSG melepas Neymar. Masih ada batu sandungan yang bisa membuatnya tidak bisa meninggalkan Parc des Princes. Batu sandugan tersebut adalah tuntutan gaji. Saat ini, Neymar yang absen memperkuat timnas Brasil di Copa America 2019, menerima gaji dikisaran 36 juta euro atau sekitar Rp 579,7 miliar per musim.

Barcelona yang tertarik membawa pulang Neymar kabarnya menuntut agar sang pemain bersedia gajinya dipotong jika ingin kembali ke Camp Nou. Pun Real Madrid yang sama-sama meminatinya.

Tetapi, kedua klub papan atas Spanyol ini bisa sama-sama mundur untuk mengejar Neymar. Harga baru yang ditetapkan oleh PSG bisa membuat keduanya langsung mundur. Mereka merasa kesulitan jika harus menebus Neymar dengan harga tersebut.

Barcelona sebelumnya ingin menawarkan pertukaran antara Neymar dengan kedua pemain termahal mereka, Philippe Coutinho dan Ousmane Dembele. Namun PSG ternyata masih menganggap tawaran Barcelona tersebut kurang untuk membawa Neymar keluar dari Parc des Princes. PSG merasa Philippe Coutinho dan Ousmane Dembele hanya berharga 200 juta euro (Rp 3,2 triliun) saja.

Jika Barcelona gagal memulangkannya, maka kemungkinan besar Neymar akan rusak kariernya. Barca dianggap sebagai satu-satunya obat ‘sakit jiwa’ Neymar. Kawan dekat Neymar menuturkan. “Kepindahan Neymar ke PSG adalah sebuah kesalahan besar. Kariernya bisa hancur,” imbuhnya.

Bintang Atletico Madrid Filipe Luis yang juga rekan setim Neymar di Timnas Brasil ingin Neymar sesegera mungkin meninggalkan PSG dan bergabung kembali ke Barca.

“Jujur saya ingin melihat Neymar kembali ke Barca, di mana dia bahagia. Dia perlu cepat memulihkan senyumnya,” cetus Filipe Luis. (rif)

Leave A Reply

Your email address will not be published.