Beli Fortuner Buat Mahar Si Cewek, Berakhir Menyedihkan di Kepolisian

0 189

Pati Viral di Medsos

Pati, Memo Jateng
Ingat dunia maya bagaimana seoran pria di Pati menikah si cewek cantik dengan mahar mobil mewah, yaitu Fortuner. Ternyata belakangan punya cerita. Fortuner itu sudah dibeli, tapi uangnya diembat oknum marketing dealernya sendiri, yaitu dari Nasmoco. Nah bagaimana kasusnya ini terjad dan modusnya sepertinya?
Jagad dunia maya, khususnya di Bumi Mina Tani sempat dihebohkan sebuah postingan mahar pernikahan Toyota Fortuner yang diduga merupakan sebuah hasil tindak pencurian. Mobil itu diambil dari dealer PT Nasmoco Pati tanpa prosedur yang dikeluarkan dari perusahaan.
Usut punya usut, ternyata mobil seharga ratusan juta rupiah itu benar sudah dibeli salah seorang mempelai. Hanya saja, uang untuk membeli mobil ini malah dilarikan oleh pria berinisial DS yang merupakan Staf Marketing PT Nasmoco cabang Pati.
Dan nahasnya, DS mengambil mobil di dealer itu tanpa sepengetahuan pihak perusahaan untuk diberikan yang mempunyai hajat. Sementara uang dari korban tidak pernah disetorkan ke perusahan, malah dipakai pelaku untuk memenuhi kepuasannya.
Kapolres Pati, AKBP Jon Wesly Arianto membeberkan, pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres setempat. Dari hasil introgasi, calon pengantin yakni Purwanto alias Ucok yang merupakan warga Desa Winong, sebelumnya memang membeli mobil tersebut melalui pelaku DS.
Ucok pun sudah memberikan uang kepada DS secara tunai, sesuai dengan harga mobil. Namun, oleh DS uang tersebut tidak diberikan kepada dealer. Justru uang hasil penjualan itu malah dibuat untuk main judi game online.
“Dari pengakuannya, uang habis untuk main judi game online. Sementara untuk akad jual beli yang dilakukan dengan Ucok pun tidak diketahui oleh pihak Nasmoco,” ungkap Arianto saat konferensi pers di Mapolres Pati, Kamis (20/6).
Merasa ada yang tidak beres di perusahaannya, pihak dealer pun mengecek stok barang. Selepas diinventarisir, sebuah mobil Fortuner sudah tidak ada di tempatnya.
Sementara keterangan DS, dia melancarkan aksinya tersebut dengan dalih hendak menserviskan mobil Fortuner itu. Karena dikatakan olehnya bahwa itu adalah mobil bekas. Dengan demikian, DS leluasa untuk membawa mobil tersebut dan diberikan ke Ucok.
“Uang sudah diberikan sebelum lebaran. Saya melakukannya sendiri. Saya sudah bekerja selama satu tahun,” aku DS saat ditanya media ini.
Atas kejadian itu, perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 506.600.000. Atas tindakannya pelaku dijerat Pasal 362 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) dengan ancaman 5 tahun penjara. (ror/sar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.