Prihatin Anak Dibawah Umur di Jalanan, Satpol PP Kudus Turun dan Lakukan Pembinaan Sosial

Kudus, Memo Jateng
Merebaknya gelandangan dan pengemis di wilayah Kabupaten Kudus, terutama di sudut-sudut jalan kota membuat kenyamanan bagi pengendara berkurang. Terlebih, yang memperihatinkan lagi, akhir-akhir ini bermunculan anak-anak dibawah umur berjualan jajanan dijalan-jalan protokol.
Selain tidak membuat nyaman para pengendara, dan membuat pemandangan kurang bersih, juga ada hal yang lebih urgent, yakni adanya pelangaran hukum dan tentu menyalahi aturan terkait anak-anak yang dibawah umur itu harus hidup berjualan dijalanan protokol. Selain melanggar aturan, itu juga dapat membahayakan mereka itu sendiri.
Inilah yang membuat Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Kabupaten Kudus prihatin dan bergerak melakukan antisipasi ke lapangan guna mencegah dan melakukan pembinaan sosial terhadap mereka. Ada anak-anak yang jualan jajanan, isi lain ada yang memang meminta-minta pada pengendara pengguna jalan raya.
Mereka tidak sendiri, melainkan ada yang menyuruhnya, yaitu orang dewasa. Akhirnya, kemarin dilakukan operasi penerbitan disejumlah titik, khususnya di perempatan jalan atau pertigaan yang ada Traffic Light-nya jalan protocol di Kudus Kota. Ada sejumlah orang pengemis yang berhasil diamankan lalu dinaikan mobil operasi Satpol PP Kudus dan dilakukan pendataan di kantor Satpol PP Kudus, Jalan Sosrokartono 39, Barongan Bae Kudus.
Dengan dipimpin Kepala Satpol PP Kudus, Djati Solechah, S.Sos, MM melakukan operasi penertiban terhadap gelandangan dan pengemis dijalanan agar ada efek jera. Saat didekati dan diminta untuk didata ke mobil, ternyata mereka alibinya berjualan jajanan. Namun kenyatannya, mereka meminta-minta pada pengendara kendaraan.
“Jadi mereka itu berjualan memang jajanan sejenis rujak. Anak-anak yang berhasil kami amankan sebelumnya pernah hidup dijalanan dengan mengemis. Tapi sekarang sudah ada perubahan, tapi ya itu, sayangnya mereka berjualan tapi dijalanan protokol di perempatan-perempatan yang ada Traffic Light. Dan mereka tidak sendiri ada orang dewasa dibelakangnya,”terang Kasat Pol PP Kudus, Djati Solechah, kemarin.
Dikatakan Kasat Pol PP Kudus, Djati, sebelum melakukan penertiban, terlebih dahulu petugas Satpol PP Kudus melakukan monitoring. Mereka yang diamankan di kantor Satpol PP Kudus, dari hasil penertiban terhadap anak-anak dibawah umur yang berjualan jajanan rujak di Traffic Light Ngembalrejo (Jln. Kudus – Pati) dan Pentol (Jl. Jendral Sudirman) Kudus Kota, dan sejumlah daerah lainnya.
Setelah dilakukan pendataan, petugas penegak Perda tersebut melakukan pemanggilan orang yang memperkerjakan untuk diberikan Pembinaan berdasarkan Perda PGOT. Dan setelah dibina dan membuat pernyataan, akhirnya mereka diberi pengarahan bahwa apa yang mereka lakukan itu bentuk pelanggaran.
Dalam keterangannya, Kepala Satpol PP Kudus, Djadi Solechah sasaran utama dalam operasi tersebut adalah mencari orang yang memperkerjakan anak-anak dibawah umur dijalanan tersebut.
”Orang dewasa yang mempekerjakan atau menyuruh, bisa dikenai sanksi pidana dengan ancaman hukuman maksimal 3 bulan dan denda maksimal Rp 50 juta. Persoalannya bukan soal pidana atau denda, tapi ini sangat membahayakan bagi anak-anak itu sendiri, dan bagi pengendara juga,”terang Djadi Solechah di kantornya, kemarin.
Dari hasil pemeriksaan petugas Satpol PP Kudus, ada yang berasal dari wilayah Kudus dan daerah lainnya. Dari anak dibawah umur yang melakukan jualan nyambi ada yang mekinta-minta itu usia mereka antara 4 tahun sampai 13 tahun. Jumlah ada 10 orang. Namun saat ada tindakan penertiban, hanya 3 yang berhasil diamankan. Orang dewasanya 5 orang.
Mereka dinyatakan melanggar Perda Kab. Kudus No. 15 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Pengemis, Gelandangan dan Anak Jalanan. Ada pembinaan dan pendekatan yang dilakukan oleh Satpol PP Kudus dalam menghadapi pengemis dan gelandangan di wilayahnya. Khususnya terhadap anak-anak yang dipekerjanakan.
“Langkah kami tetap kedepankan aspek sosial dan pendekatan terlebih dahulu. Pembinaan dan arahan buat mereka. Namun kalau sampai mengulangi lagi baru akan berikan tindakan tegas terhadap mereka yang terjaring operasi dijalanan,”katanya.
Satpol PP Kudus rajin melakukan penertiban yang terkait dengan pelanggaran Perda. Sejumlah pelangar dari IMB dan pelanggara lainnya selama ini terus digenjot dengan dilakukan operasi guna penertiban. (red/jac)