Raup Suara Mayoritas dari Parlemen

0 66


Perempuan ini adalah mantan Perdana Menteri Ukraina. Dia terkenal dengan kecantikan dan pesonanya, serta gaya rambut anyamannya yang terlihat seperti mahkota.

Bahkan menurut majalah Forbes, Yulia merupakan wanita paling kuat ke-3 di dunia dan menurut surat kabar Kanada The Global and Mail menjuluki dia sebagai “salah satu wanita paling cantik yang pernah memasuki dunia politik”.

Ia masuk ke dunia politik pada tahun 1996, menjadi wakil oblast Kirovohrad selama tiga periode (1996, 1998, 2002). Pada tahun1998 ia adalah Ketua Komite Anggaran parlemen Ukraina. Dari tahun 1999 hingga 2001, Tymoshenko adalah wakil perdana menteri dalam bidang bahan bakar dalam sektor energi dalam kabinet Presiden Viktor Yushchenko.

Ia dipecat Yushchenko pada Januari 2001 dengan tuduhan pemalsuan dokumen semasa menjabat sebagai presiden Sistem Energi Bersatu Ukraina pada tahun 1995-1997. Sebulan kemudian, Yushchenko ditangkap namun ia dibebaskan dari segala tuduhan beberapa minggu kemudian. Pada tahun berikutnya, ia terlibat kecelakaan mobil yang hampir merenggut nyawanya.

Perempuan kelahiran 7 November 1960 ini sempat memimpin partai politik “Tanah” Persatuan Ukraina. Dia berusaha untuk integrasi Ukraina ke Uni Eropa dan sangat menentang keanggotaan Ukraina di Uni Bea Cukai Eurasia. Dia juga mendukung keanggotaan NATO untuk Ukraina.

Tymoshenko ikut memimpin Revolusi Oranye dan merupakan wanita pertama yang ditunjuk sebagai Perdana Menteri Ukraina. Masa jabatannya mulai 24 Januari hingga 8 September 2005.

Penunjukan perdana menteri Tymoshenko diratifikasi oleh parlemen dengan mayoritas besar 373 suara (226 diperlukan untuk disetujui). Dia adalah wanita pertama yang ditunjuk sebagai Perdana Menteri Ukraina.
Kabinet Tymoshenko tidak memiliki anggota lain dari partai Tymoshenko selain Tymoshenko sendiri dan Oleksandr Turchynov, yang ditunjuk sebagai kepala Dinas Keamanan Ukraina. Para menteri yang bekerja dengannya mengambil sisi dalam konfrontasi dengan Viktor Yushchenko.

Pada 18 Desember 2007 hingga 4 Maret 2010, perempuan ini kembali menjadi perdana menteri. Setelah pemilihan presiden 2010, sejumlah kasus kriminal diajukan terhadapnya. Pada tahun 2011, dia dinyatakan bersalah atas penggelapan dan penyalahgunaan kekuasaan, dan dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara.

Penuntut dan keyakinan dipandang sebagai bias politik oleh banyak pemerintah barat. Dia dibebaskan pada tahun 2014, pada hari-hari akhir revolusi Euromaidan, dan kemudian direhabilitasi.
Dalam pemilihan presiden Ukraina 2014, ia menerima 12,8% suara, datang di tempat kedua setelah Petro Poroshenko yang memenangkan pemilihan.(itr/mht)

Leave A Reply

Your email address will not be published.