“Kalau Bercanda Mbok Jangan Serius Gitu Ndan, Saya Bisa Jantungan”

Rasa Tidak Percaya Ustad Slamaran Pekalongan Ini Digratiskan Umroh oleh Kepolresta Pekalongan

0 212
Ustad Khaeron tengah berbincang dengan Kompol Agus Riyanto sekembalinya dari tanah suci.
Ibadah haji dan umroh menjadi idaman mulia setiap umat Islam. Namun apa daya, semua itu tidak cukup dengan niat, tapi biaya jelas menjadi rumus jawaban utamanya. Namun tidak sedemikian yang dialami ustad Khaeron, warga Slamaran Kelurahan Degayu, Pekalongan Utara ini. Siapa sangka dia bisa ibadah umroh yang selama ini ia tidak pernah dipikirnya. Makin tidak percaya bagi Ustad Khaeron ini, ketika dia mendapat kabar bahwa umroh itu dari kado Kapolresta Pekalongan AKBP Ferry Sandi Sitepu, S.IK MH.

Mendung bercampur angin yang terasa dan terdengar riak-riak ombak lautan saat wartawan Koran Rakyat – Memo Jateng menghampiri rumah sederhana dipinggiran pantai Slamaran, Kelurahan Degayu Kecamatan Pekalongan Utara. Ya, itulah rumah seorang ustad berprawakan sedang, Ahmad Khaeroni.

Dengan tampang kesederhanaannya, pria berusia 35 tahun itu menerima kedatangan wartawan yang didampingi seorang pejaba Pamen dari Polresta Pekalongan Kompol Agus Riyanto dengan sedikit terharu. Ia masih saja belum percaya jika baru saja pulang umroh ke tanah suci Mekah dan ziarah ke makam Rasulullah SAW.
Diakui, awalnya mengaku seperti mimpi ketika bahkan dikira hanya gurauan ketika mendapatkan kabar akan di berangkatkan umroh gratis oleh Kapolresta Pekalongan. Seorang ustad yang hanya mempunyai sambilan kerja serabutan ini menceritakan bagaimana dia sampai ke tanah suci karena tidak punya uang sepersenpun.

“Saya sempat bilang sama pak Agus, kalau bercanda mbok jangan serius gitu ndan. Saya bisa jantungan ini,”guraunya saat di temui wartawan koran ini di kediamanya, kemarin.
Bagaimana awal ia mendapatkan kabar akan diumrohkan? Saat itu, pria yang keseharianya mengajar TPQ dan menjadi takmir masjid di kampungnya itu tiba-tiba disuruh menyiapkan KTP dan kartu keluarga asli dan foto kopinya. Akhirnya, dengan sedikit masih ragu dan bingung itu, tapi ustad Khaeroni ini menemui Kompl Agus Riyanto ke Masjid Al-Ikhlas Jetayu.

Ya, sore itu wajah Ustad Khaeroni yang masih terlihat lelah karena baru saja pulang umroh dari Mekah, Jumat (10/11), dengan apa adanya menceritakan pertama kali mengenal Kompol Agus Riyanto, waktu dia menjabat sebagai Kapolsek Pekalongan Utara.

“Pertama saya kenal beliau waktu polsek melakukan sambung rasa dengan warga di Kelurahan Degayu ini. Itu pertama kali saya melihat dan bertemu langsung dengan pak Agus,”katanya.
Nah, selang beberapa bulan kemudian Ustad Khaeron ini di datangi lagi Kompol Agus. “Beliau mengatakan membawa mandat dari Kapolres Pekalongan Kota yang akan memberangkatkan umroh sejumlah ustad secara gratis,” imbuhnya.

Meski sudah mendapat kabar mendapatkan umroh gratis, namun santri ini masih bingung. Pasalnya dia mengaku tidak punya uang sama sekali untuk uang saku ke tanah suci. Akhirnya sedikit lega kalau beban biaya gratis dan semua akan ditanggung Kapolresta Pekalongan AKBP Ferry Sandi Sitepu, S.IK MH.
“Pokoknya Pak Agus menjelaskan semau sudah di tanggung Bapak Kapolresta Pekalongan. Entah kaya apa orangnya seperti apa saya sendiri tidak kenal. Tetap masih saja tidak percaya saat itu,”tuturnya dengan sedikit terharu dengan mata berkaca kaca.

Ustad Khaeroni ini sampai tidak bisa bicara bagaimana akan mengucapkan rasa syukur dan terimakasih sama yang memberikan jalan ke Mekah. Menurutnya, hal yang tidak mungkin bisa pergi umroh, apalagi haji. Namun entah jalannya dari mana, dan lewat siapa, dia sangat bersyukur bisa pergi ibadah umroh.

“Entah jalannya bagaimana, dan lewat siapa kalau Allah SWT menghendaki dan memberikan jalan semua akan dimudahkan. Ke Pak Agus Riyanto saya terimakasih kalau tidak kenal jenengan tidak mungkin ada yang nuntun jalan kesini. Dan terutama ke Kapolresta yang memberikan program umroh gratis ini semoga mendapatkan amal ibadah dan perlindungan dari Allah SWT beserta keluarganya,”ucapnya dihadapan wartawan koran ini dan disampingnya Kompol Agus Riyanto, saat itu.

Bapak dua putri ini mulai tinggal di kelurahan Degayu mulai tahun 2014 lalu, dan melihat masih kurangnya TPQ pada tahun 2009. Dan di lingkungan tersebut Khaeron pun berinisiatif mendirikan TPQ.
“Dari awal tahun 2009 memang saya berjuang di Slamaran (dukuh-red) ini. Setelah saya menikah tingal disini. Sebelumnya saya tinggal di Krapyak,”tuturnya.

Selain itu juga Khaeron yang menggagas pendirian masjid di Slamaran, pasalnya dia melihat banyak masyarakat sekitar yang jarang sholat Jumat di masjid karena faktor jarak masjid yang cukup jauh.
“Akhirnya setelah diadakan musyawarah dengan para tokoh masyarakat kami sepakat mendirikan masjid yang awalnya merupakan mushola. Dan Alhamdulilah setelah itu animo masyarakat untuk beribadah meningkat, jenengan bisa lihat sendiri pak Agus waktu ikut sholat Jumat disini jamaah sampai membludak keluar masjid,” kata Khaeron sambil menunjuk ke Agus Riyanto.

Lahir Anak Kedua Pas Umroh
Khaeron melanjutkan kisahnya ketika di tanah suci dia mengaku diperlakukan sangat istimewa oleh petugas di tanah suci, dia sempat dikira Mutowif (pembimbing rombongan). “Saya sempat dikira Mutowif karena saya disana di kelompokan dengan para kiai yang sudah berpengalaman disana dua dan dari Pekalongan satu, beliau merasa cocok dengan saya,” ujarnya.

Khaeron mengaku diminta menemani kiai Ikshan salah seorang Mutowif asal Indonesia bahkan mengaku sempat pas malam terahir itu diajak keliling kota Madinah, “Malam terakhir sebelum saya pulang ke Indonesia saya sempat di ajak keliling kota Madinah oleh dua orang Mutowif yang ada disana, saya juga dibelikan sejumlah buah tangan untuk keluarga dan sanak famili,” kata Khaeron.

Selain rasa yang masih tidak percaya bisa umroh ke Mekah itu, sampai kembali di tanah air Khaerin mengaku juga mendapatkan karunia yang sangat besar yakni istrinya melahirkan. “Waktu itu pada hari Minggu sekitar menjelang subuh saya sedang berada di dekat Ka’bah saya mendapatkan kabar istri saya melahirkan putri saya, dan langsung Adzan untuk anak saya,”tuturnya lagi.

Anaknya itu diberi nama Farhana Ahtiameka yang artinya pemberi kebahagian di Mekah.
Kepada wartawaan koran ini, Kompol Agus Riyanto mengatakan, ini merupakan program dari Kapolresta Pekalonan tahun ini memberangkatkan lima orang ustad umroh secara gratis.

“Insha Allah doakan program Bapak Kapolresta ini akan berlanjut. Saya hanya menjalankan perintah untuk mencari calon yang akan diberangkatkan umroh. Dan tentunya melalui perhitungan. Semua pada akhirnya yang menentukan bapak Kapolresta siapa-siapa saja yang akan diberangkatkan,” tutupnya. (Kermit Selamet Martoyo /jac)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak
Leave A Reply

Your email address will not be published.