Caleg Ditahan Polisi, Diduga Gelapkan Mobil Rental

0 44
Mobil rental yang dijadikan barang bukti kasus penggelepan yang dilakukan Caleg JD.
Slawi, Memo Jateng – Polisi menahan seorang calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Brebes karena diduga menggelapkan mobil rental. Caleg dari Partai Golkar itu ditangkap bersama seorang rekannya dan dijebloskan ke penjara.

JD, Caleg dari Dapil 6 Brebes dan JK, temannya ditangkap aparat Polres Tegal di tempat terpisah. JD ditangkap saat nongkrong di warung kopi dekat rumahnya di Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Brebes. Sedangkan JK ditangkap usai pulang dari Bogor, di jalan tidak jauh dari rumahnya di Desa Banjaratma. Penangkapan terjadi, Senin (15/10).

“Nanti akan kami rilis,” ujar Kapolres Tegal, AKBP Dwi Agus Prianto membenarkan adanya penangkapan caleg yang juga mantan kepala desa setempat itu, kemarin.

JD disangka melakukan penggelapan mobil rental. Korbannya merupakan warga Desa Karangjati, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan penggelapan mobil berawal saat rekan JD, yakni JK merental mobil Toyota Avanza G-9182-RP warna putih selama tiga hari dengan tarif Rp 600 ribu.
Kemudian JK bekerjasama dengan JD menggadaikan mobil tersebut senilai Rp 30 juta. Hasil gadai tersebut dibagi dua. Tersangka JD mendapatkan bagian Rp 5 juta.

Polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Dimungkinkan korban JD dan JK tidak hanya warga Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal.
Sementara, terkait kasus yang menyeret JD, Ketua KPU Brebes, Muamar Riza Pahlevi mengaku, akan menunggu proses hukum hingga mempunyai keputusan hukum tetap atau inkracht.

“JIka sudah inkracht sebelum proses pencoblosan pemilu, maka nama yang bersangkutan akan kami coret,” kata Riza.

Pencoretan foto dan nama itu, kata dia, tidak mengubah nomor urut caleg. Lalu, jika proses hukum ditetapkan setelah proses pencoblosan Pileg, bahwa JD bersalah, KPU menyatakan bukan menjadi ranahnya.(bre/sur)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak
Leave A Reply

Your email address will not be published.