Underground Simpang Lima Butuh Rp1,2 Triliun

0 86
Kawasan Simpang Lima Kota Semarang saat malam hari. Kawasan ini akan dibangun underground untuk menghubungkan sejumlah jalur.
Semarang, Memo Jateng – Wali kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak para investor untuk berinvestasi dalam proyek pembangunan kawasan Simpang Lima.

Hendi mengatakan, kawasan diamond-nya Kota Semarang ini akan dikembangkan dengan konsep underground 4 lantai yakni 2 lantai untuk hotel sedangkan 2 lantai lainnya untuk penyambung jalan Pandanaran-Ahmad Yani, serta jalan Pahlawan-Gajahmada. Peluang ini ditawarkan Wali Kota dengan nilai investasi sebesar Rp1,2 triliun.

“Model underground diharapkan mampu menjadi solusi mengingat bagian atas Simpang Lima tidak bisa diutak atik lagi harus berupa kawasan terbuka hijau,” katanya.

Hendi menerangkan, tahun ini sudah dibuat Studi Kelayakan atau Feasibility Study (FS). “Selanjutnya menyusul Detail Engineering Design (DED) di tahun 2018 ini,” jelasnya.

Selain proyek tersebut, Hendi juga menyatakan untuk mendukung sektor transportasi, Kota Semarang berencana membangun LRT trase pertama sepanjang 6 km dengan total nilai investasi sebesar Rp1,2 triliun.

Trase ini akan menghubungkan Kawasan Bandara Ahmad Yani- Madukoro – Pasar Bulu dan semakin meningkatkan pelayanan transportasi masal yang salah satunya disokong oleh BRT dengan 8 koridor yang dimilikinya.

Peluang lain yang diyakini akan menyedot animo para investor adalah PLTSa TPA Jatibarang yang ditawarkan dengan nilai investasi Rp 1 triliun. “Investasi ini kita harapkan mampu menjadi solusi masalah sampah sekaligus menjadikan sampah menjadi lebih bernilai dan bermanfaat,” terangnya.

Di hadapan para pengusaha, Hendi menjamin dan meyakinkan kondisi Kota Semarang yang terus berbenah semakin baik di berbagai sector. Hal ini dapat dilihat dari kondisi infrastruktur dan ekonomi yang terus menunjukkan kemajuan pesat.

Berdasar data pada tahun 2017, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang melaju diatas rata-rata kota lainnya hingga mencapai angka 82.01, peningkatan investasi hingga tembus angka 20.5 triliun, dan cakupan infrastruktur jalan baik hingga 88,7 %.
“Di lain sisi, angka kemiskinan dan kawasan kumuh terus ditekan hingga angka 4.62%,” tegasnya.(sem/mht)

Leave A Reply

Your email address will not be published.