Ratusan Ribu Benih Benih Ikan Dilepas di Sungai

0 68
Petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal dan aktivis peduli lingkungan serta Ansor secara khusus menebar ratusan ribu benih ikan di Sungai Blorong Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal.
Kendal, Memo Jateng – Tingginya volume penangkapan ikan yang tak sebanding dengan daya pulihnya menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal.

Sebagai upaya mengembalikan jumlah populasi ikan di perairaan umum, seperti saluran-saluran air di lingkungan masyarakat, Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal secara khusus menebar ratusan ribu benih ikan di Sungai Blorong Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal.

Rangkaian kegiatan penebaran benih ikan di perairan umum ini dilakukan dengan menggandeng Ansor dan Banom NU lainnya serta aktivis lingkungan dan masyarakat.

Di sela kegiatan tersebut, Kepala Seksi Produksi Perikanan DKP Kendal, Joko Suprayoga, menyampaikan, penebaran benih ikan merupakan langkah pemerintah mengatasi krisis ikan di perairaan umum, akibat tingginya penangkapan.

Karena itu, dengan penebaran benih ikan, ke depan stok ikan di perairaan umum, termasuk saluran air warga diharapkan bisa kembali bertambah. Total benih ikan yang dilepaskan di perairan umum mencapai 787 ribu ekor.

Ia menybutkan, bibit ikan yang ditebar bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. Dan bibit ikan yang ditebar di antaranya seperti nila, mujahir, karper dan nilem. nila 400.000 ekor, mujahir 375.000 ekor dan karper 12.000 ekor.

“Penebaran benih ikan merupakan langkah Pemkab Kendal mengatasi krisis ikan di perairaan umum. Kegiatan ini untuk mengatasi kekrisisan ikan di sungai akibat tingginya penangkapan. Dengan penebaran benih ikan ini harapannya ke depan stok ikan di perairaan umum, termasuk sungai dan embung diharapkan bisa kembali bertambah,” terang dia.

Lebih lanjut, Joko menjelaskan, ada tiga faktor besar penyebab makin langkanya ikan di perairan umum, yaitu kegiatan penangkapan yang berlebihan, degradasi lingkungan dan penggunaan alat atau metode penangkapan yang tidak ramah lingkungan. Juga penggunaan alat tangkap tertentu, misalnya jala arad dapat menghambat proses regenerasi stok ikan karena ikan yang tertangkap diantaranya adalah benih.

“Meski sudah ada larangan penggunaan racun dan strum listrik telah dilarang, masih ada masyarakat yang nekat memakainya sehingga menurunkan daya dukung lingkungan,” terang dia.

Pihaknya juga berharap kepada masyarakat supaya ikan yang ditebar, nantinya baru boleh ditangkap apabila telah memiliki berat lebih dari 300 gram.

“Jadi apabila ada ikan yang masih kecil tertangkap oleh masyarakat tolong dilepaskan kembali hingga mencapai berat konsumsi,” harap Joko.

Pada bagian lain, Arno Samudra, salah satu aktivis lingkungan asal Kaliwungu Selatan mengaku senang dengan adanya penebaran benih ikan di Sungai Darupono. Dirinya juga menyatakan kesanggupan untuk membantu menjaga agar bibit ikan tidak diambil dengan cara yang tidak semestinya, seperti distrum maupun diobat.

“Kami berharap secepatnya dipasang papan himbauan larangan penangkapan ikan dengan bahan kimia, bahan peledak dan cara yang dapat merusak kelestarian alam,” terang dia.(knl/rio)

Leave A Reply

Your email address will not be published.