Masjid dan Sekolah Masih Proses Penyelesaian

0 35
Salah satu ruas proyek tol Semarang-Batang. Saat ini langkah penyelesaian terus dilakukan agar pekerjaan bisa selesai sesuai target.
Semarang, Memo Jateng – Direktur Utama PT Jasa Marga Semarang-Batang, Ari Iriyanto mengungkapkan masih ada kendala dalam penyelesaian jalur bebas hambatan tersebut.

Menurut dia, untuk pembangunan ruas utama masih ada dua bidang yang meliputi masjid dan sekolah yang masih dalam proses penyelesaian.

“Secara umum untuk ruas jalan 2X2, pembangunan konstruksinya sudah mencapai 95,45 persen,” ujarnya.

JSB, kata dia, terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan percepatan pembebasan lahan di beberapa titik tersebut.
“Saat ini progres konstruksi Jalan Tol Batang-Semarang sudah hampir selesai, namun kami terkendala karena masih adanya beberapa titik lahan yang belum bebas. Kami targetkan selesai akhir Oktober ini,” katanya.

Ari menambahkan, pihaknya optimistis dapat menyelesaikan proyek Jalan Tol Batang-Semarang di akhir tahun 2018. Dengan demikian, jalan tol tersebut bisa dioperasikan secara maksimal pada awal 2019.

Beberapa detil pekerjaan, lanjut Ari, juga dalam proses penyelesaian. Salah satunya adalah pencarian tanah pengganti untuk fasos dan fasum milik pemerintah daerah. Proses pembebasan lahan tambahan pada tol ini juga dipercepat.

Sejumlah fasilitas lain juga masih dalam proses penyelesaian, seperti rest area, penerangan, marka jalan, dan saluran air (drainase). Rest area-rest area di Jalan Tol Batang-Semarang rencananya akan dikelola oleh kelompok usaha Jasa Marga lainnya, yakni PT Jasamarga Properti (JMP).

Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani saat mengecek perkembangan pembangunan tol Semarang-Batang mengatakan, lahan yang masih belum terbebas itu merupakan bagian dari tambahan pengadaan dari perencanaan awal. “Kalau masih ada satu bidang yang belum terbebas, belum bisa dikerjakan,” tambahnya.

Dia menyebut beberapa titik yang masih dalam tahap pembebasan lahan tersebut sebagian besar berada di Kota Semarang. Pembebasan lahan tersebut berada di sekitar simpang susun Krapyak, titik yang menghubungkan ruas tol Semarang-Batang dan tol dalam Kota Semarang.

Sementara untuk jalan raya utama (main road), lanjut dia, pembangunan konstruksinya secara umum sudah mencapai 93 persen.

Ia mengatakan pembangunan konstruksi tersebut ditargetkan selesai pada 30 November 2018.

Mulai 1 Desember, kata dia, sudah akan dimulai uji kelayakan hingga 20 Desember 2018. “Setelah 20 Desember sudah bisa diresmikan,” tandasnya.(sem/mht)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak
Leave A Reply

Your email address will not be published.