Air PDAM Merah Darah Ditangani Polda

0 29


Solo, Memo Jateng – Polisi masih menyelidiki laporan PDAM Surakarta terkait kasus pencemaran air minum oleh limbah pabrik cat. Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Fadli mengatakan, atas laporan itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Dalam penyelidikannya, polisi telah mendapatkan fakta-fakta di lapangan. Sejumlah saksi terkait juga sudah dipanggil dan diperiksa ke Mapolresta Surakarta.

“Kami sudah periksa sejumlah saksi-saksi terkait pencemaran air PDAM ini. Sudah ada saksi dari PDAM, dari pabrik cat juga sudah,” kata Fadli di Mapolresta Surakarta, Kamis (18/10).

Namun ditanya perkembangan penyelidikan kasusnya, Kasat Reskrim mengaku, pihaknya kini sudah tidak lagi menangani. Dikatakannya, penanganan kasusnya sudah diambil alih Polda Jawa Tengah.
“Mulai sekarang sudah ditangani Polda Jateng. Silakan cek ke sana,” kata dia.

Humas PDAM Surakarta Bayu Tunggul berharap polisi segera mengusut masalah ini. Sebab air yang tercemar itu sangat membahayakan masyarakat dan juga merugikan PDAM.

“Semoga polisi segera mengusut kasus ini sampai tuntas. Kami merasa dirugikan dengan adanya peristiwa ini,” ujar dia.

Warga Solo digemparkan dengan Air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surakarta yang mendadak berwarna merah darah dan mengerikan. Kondisi ini terjadi di wilayah Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Perubahan warna air dirasakan sejak hampir dua pekan lalu. Pihak PDAM yang mendapat komlain, terus mencari sumber warna tersebut. Sementara, mengatasi itu, PDAM hanya memotong pipa dan melakukan penyaringan air.

Sementara dari penelusuran, sumber penyebab air berwarna merah berasal dari pipa limbah pabrik cat PT Mahkota Citra Lestari di Solo. Hasil penelusuran, pipa pabrik itu terbukti tersambung dengan pipa air minum milik PDAM Surakarta hingga warnanya berubah menjadi merah darah.

Dari pemeriksaan di pabrik cat bernama PT Mahkota Citra Lestari yang berada di Jalan Adi Soemarmo, Banyuanyar, Solo, dipastikan pipa pembuangan limbah pabrik itu tersambung dengan pipa distribusi air minum PDAM.
Pengelola pabrik masih berkilah tidak tahu tidak tahu keadaan tersebut. PT Mahkota Citra Lestari berkilah dan mengaku tidak tahu penyambungan berikutnya.

Tim gabungan yang melakukan sidak juga menemukan beberapa temuan. Awalnya petugas memeriksa izin usaha pabrik, namun diketahui hanya memiliki izin perdagangan.

Pabrik tidak memiliki izin Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Padahal pabrik tersebut mengeluarkan ekses limbah cat. (sol/sur)

Leave A Reply

Your email address will not be published.