36 Serang Jokowi, 16 Serang Prabowo

0 35
Joko Widodo dan Prabowo Subianto
Jakarta, Memo Jateng – Hoaks menjadi salah satu fenomena yang banyak muncul menjelang Pilpres 2019.

Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Anita Wahid mengungkapkan, selama September 2018 terdapat 52 hoaks politik menyerang pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Selama September 2018 saja ada lebih dari 52 hoaks politik, dengan 36 hoaks menyerang kubu Jokowi-Ma’ruf Amin (sebagai) pemerintah dan pendukungnya. Dan 16 hoaks yang menyerang kubu Prabowo-Sandiaga,” ungkap Anita.

Putri almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menambahkan, penyebaran hoaks yang cukup masif dinilai dapat merusak rasionalisme pemilih dalam menentukan siapa calon pemimpinnya.

“Hoaks terkait pokitik berdampak turunnya kredibilitas penyelenggaraan pemilihan umum. Kualitas pemilihan menurun dan merusak rasionalitas pemilih,” sebutnya.

Berdasarkan penelitian Mafindo selama Juli-September 2018 terdapat 230 hoaks dengan berbagai konten. Anita menyebut konten tertinggi yakni politik 58,7 persen, agama 7,39 persen, penipuan 7,39 persen, lalu lintas 6,96 persen dan kesehatan 5,2 persen.

Anita melanjutkan, sarana yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi antara narasi dan foto 50,43 persen, narasi saja 29,96 persen, narasi dan video 14,78 persen dan gambar atau foto saja 4,35 persen.

“Jadi bayangkan politik didominasi oleh hoaks. Hokas yang sangat berkaitan dengan identitas dan prestasi, maksudnya mengenai denial prestasi seseorang,” ucapnya.

Anita juga menyebut saluran penyebaran hoaks paling banyak menggunakan Facebook 47,83 persen, Twitter 12,71 persen, whatsApp 11,74 persen serta youtube 7,38 persen.(kar/mht)

Leave A Reply

Your email address will not be published.