233 Anak Putus Sekolah


Magelang, Memo Jateng – Sebanyak 233 anak di Kota Magelang putus sekolah pada 2018. Sebagian besar berada pada jenjang sekolah dasar.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Magelang Sahid mengatakan, mereka terdiri 130 anak putus sekolah setingkat SD, 86 SMP, sembilan SMA, masing-masing dua TK dan Program Kejar Paket, serta empat anak tanpa keterangan.

”Data itu berasal dari setiap kelurahan di Kota Magelang. Kota Magelang meliputi tiga kecamatan dan 17 kelurahan,” ujarnya.

Faktor putus sekolah yang paling besar, kata dia, adalah karena motivasi belajar yang rendah. “Memang banyak faktor terjadinya anak putus sekolah, antara lain, rendah motivasi belajar, ekonomi keluarga, dan pengaruh lingkungan,” terangnya.

Disdikbud Kota Magelang selama ini berupaya menekan angka anak putus sekolah melalui berbagai program kegiatan. “Kita ada Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda), pemberian seragam gratis, bantuan lainnya,” katanya.

Seksi Statistik Sosial Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Magelang Diana Larasati mengatakan secara umum masalah anak putus sekolah di Kota Magelang karena faktor internal dan eksternal.

“Faktor internal bisa berupa motivasi, kompetensi, dan psikologi, sedangkan faktor eksternal, antara lain orang tua (ekonomi dan perhatian) serta lingkungan (budaya, tempat tinggal, pergaulan, dan sekolah,” tandasnya. (mel/mht)