Pulang Kondangan, Jenazah Dimakamkan Berdampingan

0 58
Suasana jelang pemakaman para korban kecelakaan sebelum diberangkatkan ke TPU.
Boyolali, Memo Jateng – Kecelakaan maut terjadi di Boyolali saat sebuah bus pariwisata menabrak minibus Isuzu Panther yang melaju dari arah berlawanan. Kecelakaan terjadi di jalan Solo-Semarang, tepatnya di pertigaan Wika, Dukuh Pomah, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Mojosongo, Boyolali Sabtu (13/10) sore lalu. Tujuh orang meninggal dunia dalam kejadian itu. Mereka merupakan satu keluarga.

“Ketujuh korban tewas semuanya yakni penumpang mobil Isuzu Panther,” kata Wakapolres Boyolali, Kompol Zulfikar Arisandi dikonfirmsi wartawan.

Selain 7 orang meninggal dunia, dua penumpang mobil Isuzu Panther bernomor polisi AD 8447 KS tersebut mengalami luka-luka. Keduanya saat ini dirawat di RSUD Pandan Arang, Boyolali.

Informasi di kepolisian menyebutkan, kronologi kejadian bermula ketika bus Pariwisata Mata Trans, AD 1417 DH yang dikemudikan Arif Hartanto (46) warga Belang Kulon, Jonggrangan, Klaten Utara, Klaten itu melaju dari arah barat ke timur (Dari Semarang menuju Solo).

“Sesampainya di pertigaan Wika atau di TKP, menghindari kendaraan tak dikenal. Bus oleng dan lepas kendali hingga melompati median jalan dan masuk jalur kendaraan dari berlawanan,” jelas Kanit laka Satlantas Polres Boyolali Ipda Utomo menambahkan.

Dalam waktu bersamaan dari arah timur ke barat (Solo ke Semarang) melaju mobil Isuzu Panther yang dikemudikan Dwi bagus Windarto (26). Akibatbya tabrakan tak terhindarkan. Bus menabrak mobil warna merah yang ditumpangi 9 orang tersebut.

Mobil terseret ke pekarangan rumah warga dan menghantam tiang baliho di sisi selatan jalan. Bahkan tiang yang terbuat dari beton cor itu hingga patah. Sedangkan terguling ke kiri.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan. Petugas dari Satlantas dan Polres Boyolali juga segera datang.

Para korban baik yang meninggal dunia dan luka-luka dibawa ke RSUD Pandan Arang, Boyolali.

Data yang diperoleh di RSUD Pandan Arang, korban tewas yakni sopir Isuzu Panther, Dwi Bagus Windarto (26). Kemudian penumpangnya, Yasinta Ayundari (25), Arini (51), Slameto (50), Nia (20), Sikam (70) dan Atmorejo (75). Mereka adalah warga Dukuh Jetaksari, Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Boyolali.

Sedangkan korban selamat dan mengalami luka-luka, yaitu Trio Margo Sudarsono (17) dan Trio Cahyo Sudarsono (17). Anak kembar ini juga warga Dukuh Jetaksari, Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Boyolali.

Sementara, suasana haru dan isak tangis mengiringi pemakaman 6 orang sekeluarga yang menjadi korban tewas tabrakan bus pariwisata dengan Isuzu Panther Boyolali.

“Enam korban dimakamkan disini, sedangkan satu korban (pengemudi Isuzu) dimakamkan di Kebakkramat, Karanganyar,” kata Kepala Desa Urutsewu, Sri Haryanto, disela-sela prosesi pemakaman 6 korban di Dukuh Jetaksari, Urutsewu, mpel, Boyolali, Minggu (14/10).

Enam korban yang dimakamkan di Urutsewu tersebut yakni Yasinta Ayundari (25), Arini (51), Slameto (50), Ubigalih Sania Putri (20), Sikam (70) dan Atmorejo (75). Sedangkan yang dimakamkan di Kebakkramat, Karanganyar yaitu Dwi Bagus Windarto (26).

Korba Atmorejo dan Sikam merupakan pasangan suami istri. Kemudian Slameto dan Arini juga pasangan suami istri anak dari Atmorejo-Sikam tersebut. Yasinta dengan Dwi Bagus Windarto juga pasangan suami istri yang belum lama menikah.

“(Yasinta dengan Bagus) Baru menikah sekitar dua bulan lalu. Bagus menantunya Slameto,” jelas Haryanto.

Sedangkan korban Ubigalih Sania Putri adalah cucu dari Atmorejo-Sikam. Nia adalah kakak kandung dari dua korban selamat, Trio Margo Sudarsono (17) dan Trio Cahyo Sudarsono (17). Si kembar Trio dan Nia merupakan putra dari Sarwono, adik Slameto.

Upacara pemakaman dilaksanakan pukul 13.00 WIB, di rumah Sarwono yang berdampingan dengan rumah Atmorejo. Ratusan pelayat memadati rumah duka tersebut.

Saat peristiwa kecelakaan terjadi, para korban dalam perjalanan pulang setelah menghadiri hajatan di Wonogiri. Mereka dalam perjalanan pulang dari jagong di Wonogiri.

“Sampai di Boyolali malah terjadi kecelakaan,” imbuh dia. (boy/sur)

Leave A Reply

Your email address will not be published.