Wihaji Ajak Pelajar Benci Narkoba

Beri Apresiasi Kepada Pelajar Berprestasi

0 55
Bupati Batang Wihaji saat mengajar sekaligus memberikan sosialisasi bahaya narkoba di SMPN 1 Tersono.
Batang, Memo Jateng – Peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (narkoba) semakin merajalela. Bahkan telah masuk kesegala lini. Tidak saja di kota tapi juga sudah masuk ke semua segmen, termasuk pelajar dan anak hingga ke pelosok desa.
Ancaman tersebut membuat Pemimpin Daerah Kabupatem Batang harus masuk ke sekolah-sekolah untuk gencar melakukan sosialisasi bahaya narkoba. Kali ini Bupati Wihaji bersama Wakil Bupati Suyono menyasar pelajar SMPN 1 Tersono.
Dengan metode pendekatan yang humanis dan penuh tawa Bupati mencoba mengajak siswa untuk memiliki kejujuran dan integritas. Dengan mata tertutup ratusan pelajar mulai ditanya kejujurannya. Karena kejujuran akan mengantarkan kita menjadi sukses. “Siapa yang pernah menggunkan narkoba,” tanya Wihaji.
Dia pun mengatakan pemuda adalah aset berharga bangsa Indonesia. Oleh karenanya peran pemuda sangat di nantikan berkontribusinya membangun Batang dan Negara.

“Maka dari itu bencilah narkoba, karena akan menghancurkan masa depan pemuda,” tegasnya.

Di kesempatan itu juga Wabup mengajak para pelajar untuk cinta tanah air dan bersama membangun Batang. Salah satunya dengan berprestasi dan menjauhi narkoba.
Dalam kesempatan tersebut, Wihaji juga memberikan tabungan pelajar bagi siswa dan siswi berprestasi dan anak yatim piatu sebesar Rp500 ribu
Di Tersono, Wihaji juga memberikan apresiasi kepada para pelajar penghafal Alquran. Kepada mereka, Wihaji memberikan tabungan pelajar senilai Rp250 ribu.
Hal itu dilakukan Wihaji saat dirinya bersama Wakil Bupati Batang Suyono melakukan kunjungan kerja atau Ngudoroso Bupati dan Wakil Bupati Batang, di Desa Sendang, Kecamatan Tersono.
Dalam kesempatan bupati juga sempat mengajar beberapa siswa. Bantuan juga dia berikan kepada siswa kurang mampu.
“Kita harus semangat belajar, kalau pagi-pagi kita mesti berdoa. Berangkat sekolah cium tangan orangtua. Isi waktu dengan kegiatan TPQ,” pesan Wihaji.
Kegiatan tersebut diawali dengan senam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Ratusan masyarakat mengikuti gerakan instruktur senam. Belum merasa berkeringat, senam dilanjut dengan gerakan aerobik yang diringi musik lagu Maumere dan Dua Jari. Usai senam, dilanjutkan dengan sarapan nasi bungkus bersama dan dilanjutkan dengan mengajar pendidikan karakter di SD N Sendang.
Wihaji juga tidak bosan memperingatkan siswa untuk memulai gerakan Matikan Handphone dan Televisi pada pukul 18.00 -20.00 WIB. “Sampaikan kepada orangtua agar tidak melihat TV dan bermain HP sejak setelah magrib sampai pukul 21.00 WIB. “Isi waktu untuk belajar dan untuk ngobrol dengan orang tua,” tandasnya. (bat/mht)

Leave A Reply

Your email address will not be published.