Jembatan Kalibodri Dibangun, Penantian Warga Terjawab

Mirna : Akses Jembatan Memperlancar Roda ekonomi dan Kegiatan Sosial

0 118
Proses pembangunan jembatan Kalibodri
Kendal, Memo Jateng – Penantian warga Kabupaten Kendal, khususnya di wilayah Kalibodri terjawab. Peletakan tiang pancang pertama pembangunan jembatan gantung Kalibodri di sebelah TPI Tanggul Malang mulai dikerjakan pada Kamis (11/10) kemarin.
Keberadaan jembatan itu sangat ditunggu warga selama bertahun-tahun. Pasalnya, dengan adanya jembatan gantung, maka akan memudahkan akses jalan menuju Kota Kendal bagi warga, terutama dari Desa Pidodo Kulon dan Pidodo Wetan serta Desa Korowelang Kulon dan Korowelang Anyar.
Prosesi peletakan tiang pancang jembatan dengan panjang 120 meter dan lebar 1,2 meter ini disaksikan Bupati Kendal Mirna Annisa, Sekda Kendal M. Toha dan beberapa pejabat terkait serta warga setempat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Mirna menyampaikan, anggaran pembangunan jembatan itu berasal dari Dana Alokasi Khusus tahun 2018 yang satu paket dengan pembangunan jembatan gantung di Desa Rejosari Ngampel dengan total anggaran Rp 10 miliar. Jika jembatan gantung sudah jadi.
Ia juga menyampaikan syukurnya karena sedikit banyak bisa membantu warga masyarakat Kabupaten Kendal memperoleh akses jembatan untuk memperlancar roda ekonomi dan kegiatan sosial.

“Saya sangat bersyukur dengan dimulainya pembangunan jembatan gantung ini. Supaya benar – benar bermanfaat bagi pajenengan semua,” ucap Bupati.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Kendal tersebut berpesan pada warga kedua desa supaya mengawasi jalannya pembangunan jembatan dan nantinya apabila sudah jadi sebaiknya selalu merawat jembatan dan tidak digunakan untuk sarana membuang sampah ke sungai. Mirna juga menyebutkan, jembatan dengan panjang 120 meter dengan lebar 1,9 meter tersebut merupakan bantuan dari Kementrian PUPR senilai Rp. 10 milyar.
Mirna juga meminta kepada warga untuk memelihara dan merawat jembatan agar awet. Warga juga diminta untuk menjaga kebersihan sungai, dengan tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan kerja bakti bersama untuk membersihkan sungai.
“Saya juga minta kepada masyarakat untuk menjaga sungai supaya bersih, kalau bisa segera rutin diadakan kerja bakti bersama,”imbuh dia.
Pada bagian lain, Camat Patebon Agung Boedhi Tjahyono, mengatakan, keberadaan jembatan itu sangat ditunggu warga selama bertahun-tahun. Pasalnya dengan adanya jembatan gantung, maka akan memudahkan akses jalan menuju Kota Kendal bagi warga, terutama dari Desa Pidodo Kulon dan Pidodo Wetan serta Desa Korowelang Kulon dan Korowelang Anyar.
“Kami atas nama warga sangat berterima kasih kepada Pemkab Kendal dengan dibangunnya jembatan gantung ini yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,”ucapnya.
Sekedar diketahui, selama ini warga yang melintas sungai harus menyeberang menggunakan perahu atau jembatan apung. Warga yang menggunakan sepeda motor jika menyeberang dengan perahu harus membayar Rp. 3.000,- atau menggunakan jembatan apung dengan membayar Rp. 2.000,-.
Jembatan yang sudah diinginkan lama oleh kedua warga desa tersebut, diperkirakan akhir tahun 2018 sudah selesai pembangunannya dan dapat dipergunakan untuk lebih mempermudah akses mobilitas ekonomi dan sosial terutama warga Pidodo Wetan lebih cepat menuju Kota Kendal dan tidak harus memutar dengan jarak lebih jauh.(kab/rio)

Leave A Reply

Your email address will not be published.