Getaran Pemasangan Tiang Pancang Rusak Talud

Pembangunan Kolam Tambat Juwana

0 134
Pemasangan pancang sheet pile tepi sisi kanan akses ruas jalan menuju ke lokasi rencana pembangunan kolam parkir kapal, di sekitar Pulau Seprapat Juwana.
Pati, Memo Jateng – Pengerjaan pembangunan kolam tambat kapal Juwana di Pulau Seprapat ternyata berdampak pada bangunan lain. Dampak tersebut dapat terlihat saat proses pengerjaan proyek terjadi retakan pada talud di sisi kiri akses ruas jalan tersebut.
Hal itu merupakan dampak dari getaran yang ditimbulkan alat berat untuk pemasangan pancang atau sheet pile pada sisi kanan akses ruas jalan menuju ke lokasi rencana pembangunan kolam tambat.
Menurut pemenang tender proyek tersebut, Abdul Hadi, penanaman tiang pancang memang tak bisa dihindari. Lantaran hal ini menyangkut faktor teknis yang harus digunakan setiap pekerjaan pemasangan pancang. Dikatakan, untuk keperluan itu haru menggunakan alat berat yang berfungsi sebagai pemukul dan penekan yang disertai getaran cukup keras. Tujuannya tak lain, agar pancang yang ditanam itu benar-benar mencapai titik dasar kedalaman tanah.

“Sehingga tekanan alat berat memang benar-benar sudah terukur. Apalagi, lokasi pekerjaan itu hanya berjarak 7 meter dari talut yang sudah dikerjakan pada tahun anggaran sebelumnya. Sampai kemarin, pemasangan pancang tersebut baru dapat memasukkan sebanyak 15 batang yang panjangnya masing-masing 10 meter, dan lebar rata- rata satu meter per batang,” terangnya.

Di sisi lain, pengawas lapangan pelaksanaan proyek tersebut dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Samijan menyebut, dalam membuat perencanaan pihaknya sudah menghitungnya. Bahwa untuk memperkuat sisi kanan atau sisi timur ruas jalan yang berbekatan dengan tepi alur Kali Juwana tersebut dengan memanfaatkan pancang sheet pile panjang per batang cukup 10 meter. Sebab, pancang harus ditanam masuk pada kedalaman tanah 8 meter.
Sisa bagian atas dua meter itu, tingginya disamakan dengan tinggi talut dari permukaan jalan, sehingga secara teknis hal itu diunilai cukup mampu menahan badan jalan. Tujuannya, agar akses tersebut tidak sampai ambles jika dilewati kendaraan bermuatan berat. Sebagai penguji kekuatan akses jalan itu, tak lain adalah truk tronton pengangkut material tiang pancang tersebut.
“Untuk membawa masuk meterial itu ke lokasi, truk tronton pengangkut dari ujung jalan bahkan harus berjalan mundur. Akan tetapi, khusus yang ini dilakukan oleh sopir dengan maksud, agar saat meninggalkan lokasi itu tidak menghadapi kesulitan. Karena di lokasi pekerjaan memang tidak tersedia area untuk kendaraan memutar,” sambungnya.
Terlepas dari hal itu, pihaknya tetap harus mencermati dampak dari pelakasanaan pekerjaan pemasangan pancang tersebut. Agar pekerjaan proyek yang digadang-gadang bakal mampu mengurai kepadatan kapal di Alur Sungai Juwana itu selesai tepat waktu. “Untuk jumlah seluruhnya ada 146 buah, karena sesuai kebutuhan untuk sementara adalah 146 meter. Terutama pada bagian struktur tanah paling lembek di tepi alur Kali Juwana tersebut,” pungkas Samijan.(dys/rio)

Leave A Reply

Your email address will not be published.