Raheem Sterling Striker Paling Berbahaya di Liga Inggris

int
0 11

Semarang, Memo Jateng – Raheem Sterling sukses melesakkan hat-trick di laga pertama Manchester City musim ini. Pep Guardiola menilai dia adalah striker paling berbahaya di Liga Inggis.

Sterling melesakkan tiga gol saat City menang 5-0 atas West Ham di London Stadium, Sabtu (10/9/2019). Ini menjadi hat-trick ketiganya di Liga Inggris dalam balutan kostum City.

Striker 24 tahun itu kini memimpin daftar top skor Liga Inggirs. Di belakang Sterling ada Harry Kane, Marcus Rashford, dan Ashley Barnes dengan masing-masing dua gol. “Raheem adalah salah satu pemain paling berbahaya di Liga Premier,” kata Guardiola seperti dikutip dari situs resmi City.

Tak ayal, penyerang 24 tahun itu menjadi peluru baru The Citizen. Ia sukses melanjutkan performa okenya di pramusim, di mana ia mencetak 4 gol dari 4 laga. Di ajang pembuka kompetisi, Community Shield melawan Liverpool akhir pekan lalu, pemain Inggris itu juga menyarangkan satu gol.

Performa oke itu tak lepas dari kejelian manajer Pep Guardiola memainkannya di lini terdepan permainan. Di pertandingan melawan Liverpool, Sterling bahkan diplot sebagai penyerang tengah.

Sterling memang menjalani musim luar biasa. Ia dapat penghargaan prestius Football Writers’ Association Player of the Year dan The PFA Young Player of the Year usai sukses membantu Man City menyapu gelar domestik, mulai dari Premier League, Piala Liga, hingga Piala FA.

Di sisi lain ia juga telah berkembang menjadi pemain kunci Gareth Southgate di Timnas Inggris. Pesepak bola berdarah Jamaika ini diprediksi bakal meraih banyak hal. Kariernya masih amat panjang.

Ia pun mulai dibandingkan dengan Lionel Messi, pemenang lima gelar Ballon d’Or dan penyerang tajam dengan lesakan minimal 30 gol per musim, yang notabene anak didik Pep Guardiola di Barcelona.

Ketika Manchester City mengontrak Sterling dari Liverpool pada 2015 dengan harga 49 juta pounds, ia menjadi pemain Inggris paling mahal saat itu. Harga itu untuk bocah berusia 20 tahun sebenarnya amat memberatkan. Banyak orang berharap Sterling bisa menunjukkan kepantasan sebagai seorang wonderkid. Dan di awal-awal kedatangan terlihat kalau sang pemain kesulitan memenuhi ekspektasi tersebut.

Tapi satu orang yang tidak pernah meragukannya adalah manajer City, Pep Guardiola. Pada musim panas 2016 ketika Sterling usai menjalani Piala Eropa yang sulit, di mana ia diganti pada babak pertama saat Timnas Inggris melawan Wales karena bermain amat buruk, sebuah pesan singkat muncul di teleponnya.

Bunyinya: “Jangan khawatir, saya tahu kamu pemain yang bagus. Selama kamu bekerja untuk saya, saya akan berjuang untukmu.”

Pesan itu dari manajer klub barunya, Pep Guardiola, yang telah mengidentifikasi Sterling sebagai pemain dengan potensi untuk menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Ada tanda-tanda bahwa Guardiola percaya dia dapat membuka potensi kelas dunia dengan cara yang sama seperti yang dia lakukan ke Messi.

Hanya dalam musim keduanya bekerja dengan Guardiola, Sterling mencetak 23 gol, lebih dari dua kali lipat apa yang telah ia koleksi di enam musim sebelumnya.

Pep Guardiola menempatkan Lionel Messi penyerang. Hal yang awalnya dinilai aneh karena sang pemain bertubuh pendek dan mungil, jauh dari kebanyakan pemain yang bermain di posisi itu. Namun, ternyata keputusan Guardiola merubah posisi Messi dari seorang winger terbukti mendongkrak kinerja sang anak-asuh.

Hal sama dilakukan Pep ke Sterling di awal kedatangannya. Hasilnya, di lima laga pra musim kala itu, ia selalu menyumbang gol.

“Dengan manajer model seperti Pep, tidak akan ada istirahat untuknya,” ujar Ian Wright, eks striker Arsenal yang kini jadi pundit ternama seperti dikutip dari BBC.

Pernyataan Ian Wright sarat makna. Maksud dari perkataannya, adalah bahwa Raheem Sterling harus banyak berkorban di bawah didikan Pep Guardiola. Ia harus menjaga etos kerja keras.

Pep dikenal sebagai pelatih yang tidak suka ke pemain yang susah diatur. Tak mudah bermain untuk dirinya. Hingga saat ini Sterling terlihat bisa nyetel dengan kemampuan mentornya. Hal itu bagus dan harus terus dipertahankan.

Satu hal nyata yang dilakukan Guardiola terhadap Sterling adalah soal mentalitas. Sang penyerang terlihat tahan banting terhadap kritikan. Ia terlihat tetap bisa fokus pada permainanya sekalipun dihajar media dari berbagai arah. (ora/rif)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak

Leave A Reply

Your email address will not be published.