PSIS Babak Belur, Pelatih Jafri Sastra Dipecat

int
0 33

Semarang, Memo Jateng – Kualitas rumput lapangan Stadion Moch Soebroto, Magelang turut menjadi sorotan PSIS Semarang usai kalah 1-3 dari Persipura Jayapura dalam lanjutan kompetisi Liga 1 pekan ketiga belas, Selasa (6/8/2019) malam.

Kondisi rumput lapangan stadion tersebut, saat ini memang kondisinya cukup memprihatinkan. Bisa dikatakan rusak. Hal ini tak lepas dari penggunaan stadion ini yang terbilang cukup tinggi intensitasnya.

Selain digunakan PSIS sebagai homebase untuk menjamu tamunya di ajang kompetisi Liga 1 musim ini, stadion itu juga digunakan tim tuan rumah PPSM Magelang untuk kompetisi Liga 3 dan PPSM Junior di Liga Soeratin. Disamping itu, sejak 30 Juli Stadion Moch Soebroto juga digunakan sebagai satu venue untuk kompetisi Liga 1 U-20 Elite Pro Academy Grup C.

Penggunaan Stadion Moch Soebroto sebagai satu venue pertandingan Grup C Liga 1 U-20 ini masih akan berlangsung hingga 12 Agustus mendatang.

“Kualitas lapangan saat ini kurang baik karena terlalu padat memakainya. Anak-anak merasakan tidak seperti sebelum-sebelumnya. Agak menggelembung. Tentunya juga berpengaruh saat proses terjadinya gol Persipura,” kata asisten pelatih Widiyantoro.

Bukan hanya PSIS, Persipura juga merespon hal sama. Wonderkid Persipura, Todd Rivaldo Ferre juga cukup terpengaruh dengan kondisi lapangan Stadion Moch Soebroto saat menghadapi PSIS.

“Sangat berpengaruh juga buat kami. Mau passing, kontrol bola sulit. Tapi Puji Tuhan kami bisa bermain baik dan bisa menjalankan permainan seperti yang diinginkan,” kata Todd.

Di sisi lain, Widiyantoro mengatakan bahwa para pemain terbebani oleh hasil laga sebelumnya sehingga tidak tampil lepas saat melawan Persipura. “Terus terang, pemain ada beban dengan situasi yang sebelumnya, dua kali kalah (di kandang),” ujar Widiyantoro.

Sebelumnya, PSIS mengalami dua kali kekalahan di kandang dari Persib Bandung dan PS Tira-Persikabo. Pada kekalahan di kandang untuk yang ketiga kali ini, PSIS tidak didampingi pelatihnya, Jafri Sastra yang mudik ke Payakumbuh, Sumatera Barat, karena sang kakak meninggal dunia.

Sementara itu, manajemen PSIS menggelar rapat usai meraih hasil buruk dalam tiga laga terakhir di Shopee Liga 1 2019. Manajemen membahas nasib klub ke depannya setelah kehilangan 12 poin di kandang sendiri.

Rapat darurat melibatkan jajaran tim pelatih dan para pemain. Hal yang dibahas adalah evaluasi besar-besaran tentang apa yang sebenarnya terjadi.

“Memang berat empat kali kalah di laga kandang. Kami akan panggil semua orang, baik pelatih maupun pemain,” terang GM PSIS Wahyu Winarto, Selasa (6/8/2019) malam.

“Musim lalu jauh lebih sulit, tapi bisa melewatinya. Kami meliburkan skuat selama satu hari dan saya minta pemain agar betul-betul memanfaatkan waktu dengan baik agar kembali fresh dan menatap ke depan dengan penuh energi positif,” lanjut bos PSIS itu.

Hasil rapat darurat manajemen PSIS itu antara lain menghasilkan: pelatih kepala Jafri Sastra di-PHK. (fir/rif)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak

Leave A Reply

Your email address will not be published.