Wajah-wajah Jepang di Rumput Eropa

int
0 19

Semarang, Memo Jateng – Klub-klub Eropa sibuk menata diri jelang musim baru. Mereka mendatangkan pemain baru untuk memperkuat tim demi mewujudkan target di musim baru. Menariknya, pada musim panas 2019 ini, klub-klub Eropa melirik para pemain Jepang.

Musim ini setidaknya ada 11 pemain Jepang punya klub baru di Eropa. Menurut data Transfermarkt, jumlah tersebut lebih banyak dari Korea Selatan yang “menyumbang” enam pemain saja. Beberapa di antara mereka baru menjajal petualangan baru di Benua Biru, beberapa lain melanjutkan kariernya di Eropa.

Lebih menarik lagi terdapat pemain yang langsung dikontrak jangka panjang dengan memasukkan klausul pelepasan (release clause) berharga tinggi. Pemain tersebut adalah Shoya Nakajima. Pemain 24 tahun itu akan berkarier di Portugal setelah diboyong oleh FC Porto dari kesebelasan Qatar, Al-Duhail. Nilai transfernya sebesar 12 juta euro (membeli 50% kepemilikan). Ia dikontrak hingga Juni 2024. Porto pun mencantumkan klausul pelepasan kontraknya dengan nilai transfer sebesar 80 juta euro.

Jika ada klub yang bersedia mengaktifkan klausul pelepasan Nakajima, maka dia akan sejajar dengan perekrutan Kepa Arrizabalaga oleh Chelsea dari Athletic Bilbao, dan Lucas Hernandez dari Atletico Madrid ke Bayern Muenchen. Pemain didikan Tokyo Verdy ini pun bisa melampaui transfer Frenkie De Jong ke Barcelona, Rodri ke Manchester City, Kevin De Bruyne ke Man City, bahkan melampaui nilai transfer Zinedine Zidane saat hijrah ke Real Madrid dari Juventus.

Tapi bagi Nakajima, kepindahannya ke Porto bukan kali pertama baginya berkarier di Eropa, khususnya Portugal. Sebelum ke Qatar, ia sempat membela klub Portugal lain, yaitu Portimonense selama dua musim. Tampil mengesankan, Al-Duhail membelinya dengan nilai transfer 35 juta euro. Nilai tersebut menjadikannya sebagai pemain Jepang dengan transfer termahal sampai saat ini, mengalahkan Hidetoshi Nakata dari AS Roma ke Parma pada 2001 (28,5 juta euro).

Portimonense juga kembali merekrut pemain Jepang pada bursa transfer musim panas ini. Klub Portugal itu mendatangkan Koki Anzai dengan bebas transfer. Pemain berusia 24 tahun ini pun merupakan pemain didikan Tokyo Verdy dan merupakan pemain satu angkatan Nakajima.

Anzai sendiri akan jadi pemain Jepang ketiga di skuat Portimonense 2019/20. Sebelumnya mereka sudah diperkuat oleh Hiroki Sugajima dan Shuichi Gonda yang direkrut pada awal 2019 lalu.

Selain Portugal, Italia pun kembali kedatangan pemain Jepang. Setelah Keisuke Honda meninggalkan AC Milan pada 2017 dan Yuto Nagatomo hengkang ke Galatasaray dari Inter Milan pada 2018, Takehiro Tomiyasu meneruskan jejak pemain Jepang di sepakbola Italia.

Tomiyasu direkrut oleh Bologna. Masih berusia 20 tahun, bakat Tomiyasu cukup menjanjikan karena saat ini pun ia telah mengemas 20 caps bersama Tim Nasional senior. Ia akan jadi pemain Jepang ke-11 yang pernah berkiprah di Italia.

Tomiyasu direkrut Bologna dari klub Belgia, Sint-Truden. Sint-Truden sendiri cukup sering mendatangkan pemain Jepang. Musim ini pun mereka baru merekrut Daniel Yuji Yabuki alias Daniel Schmidt, kiper Jepang keturunan Amerika-Jerman. Bersama Daniel, sekarang ada empat pemain Jepang di Sint-Truden.

Sepakbola Belgia memang mulai percaya pada kemampuan para pemain Jepang. Menurut data soccerway, ada Yuya Kubo dan Junya Ito yang dimiliki RC Genk, Yuta Toyokawa di AS Eupen, Naomichi Ueda di Cercle Brugge, serta Ryota Morioka yang kini membela RSC Charleroi (pinjam dari Anderlecht). Sementara itu Jun Amano merupakan pemain yang baru bergabung dengan Lokeren, kesebelasan divisi dua Belgia.

Kepercayaan terhadap bakat pemain muda Jepang juga mulai diperlihatkan oleh dua raksasa Spanyol, yakni Real Madrid dan Barcelona. Real Madrid baru merekrut pemain berusia 18 tahun, Takefusa Kubo. Sedangkan Barcelona rela mengeluarkan 2 juta euro untuk memboyong Hiroki Abe dari Kashima Antlers.

Sepakbola Spanyol juga bukan tempat baru bagi para pemain Jepang. Saat ini ada Takashi Inui yang sejak 2015 membela klub Spanyol seperti SD Eibar, Real Betis dan Alaves. Gaku Shibasaki yang sebelumnya membela Getafe pun baru direkrut Deportivo La Coruna. Selain mereka, setidaknya ada 10 pemain Jepang lain yang bermain di divisi bawah Spanyol.

Di tempat lain, Nikki Havenaar yang merupakan pemain kelahiran Jepang anak dari eks pemain Belanda yang pernah berkarier di Jepang, Dido Havenaar, melanjutkan kariernya di Eropa dengan membela FC Thun di Swiss. Sementara itu Sai van Wermeskerkeren (didikan akademi Ventforet Kofu) baru meneken kontrak dengan PEC Zwolle setelah dilepas SC Cambuur.

Akademi-akademi klub Jepang terbukti bisa menghasilkan pemain berkualitas yang bisa bersaing di sepakbola Eropa. Setidaknya ada sekitar 125 pemain Jepang yang berkarier di seantero Eropa dengan berbagai liga dan divisi. Jumlah tersebut unggul jauh dari Korea Selatan yang menyebarkan 73 pemain di Eropa. (rif)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak

Leave A Reply

Your email address will not be published.