City Kini Punya Barisan Gelandang Mengerikan

int
0 15

Manchester, Memo Jateng – Rodri resmi menjadi pemain Manchester City. Kedatangan gelandang Spanyol itu akan membuat lini tengah The Citizen kian mengerikan musim depan.

Rodri didatangkan City dari Atletico Madrid. Juara bertahan Premier League itu merogoh kocek 62,6 juta paun atau Rp 1,11 triliun untuk mendatangkannya, yang menjadi pembelian termahal kedua sepanjang sejarah klub, setelah musim lalu memboyong Riyad Mahrez dari Leicester City sebesar 60 juta pound sterling.

Kedatangan Rodri akan membuat City punya lini tengah mengerikan. Maklum, Tim Biru Langit sebelumnya sudah punya barisan gelandang yang oke, seperti De Bruyne, Fernandinho, Ilkay Guendogan, Phil Foden, hingga David Silva dan Bernardo Silva yang juga bisa berperan menjadi central midfielder.

Sementara di pos gelandang serang, David Silva juga bisa digeser menjadi attacking midfielder, begitu juga Foden, De Bruyne, Riyad Mahrez, Bernardo Silva, hingga Leroy Sane. Rodri pun membuatnya komplet. Musim lalu, Opta mencatat pemain berusia 23 tahun itu adalah satu dari tiga gelandang di antara lima liga top Eropa, yang mampu membuat 50 tekel sukses.

Lantas siapa sesungguhnya Rodri? Apa keistimewaannya? Kenapa dia dihargai sebegitu mahal?

Tadinya Pemain Buangan
Rodri adalah pemain binaan akademi Atletico Madrid. Bergabung pada usia 11 tahun, dia dianggap kurang berbakat sehingga pada 2013 (saat usianya 17) klub itu membuangnya ke Villarreal.

Di Villarreal dia berkembang pesat hingga akhirnya menembus tim utama pada 2016. Dia sempat dianggap sebagai salah satu gelandang bertahan muda terbaik milik Spanyol hingga sempat dipanggil Timnas Spanyol U-19.

Atletico membelinya kembali musim lalu dengan mahar 25 juta euro. Pelatih Diego Simeone menilai Rodri punya banyak kesamaan dengan pemain andalannya, Gabi. Atletico sendiri sebenarnya tak mau melepas si pemain pada bursa transfer musim panas ini. Namun mereka tak berdaya karena City menyanggupi menebus klausa pemutusan kontrak senilai 70 juta euro. Menurut laman Transfermarkt, Atletico sebenarnya bisa melepas Rodri dengan harga 80 juta euro.

Soal nilai si pemain yang meroket, ESPN menilai wajar. Sebagai gelandang bertahan, Rodri punya kecerdasan luar biasa sehingga bisa menjalankan banyak fungsi sekaligus. Tak heran, dia adalah pesepakbola yang juga menggenggam gelar sarjana bisnis.

Dia mampu menjadi jembatan dari setiap lini permainan Atletico baik dari depan ke belakang saat bertahan maupun dari belakang ke depan saat menyerang. Pivot, begitu sepak bola Spanyol menyebutnya.

Di Atletico, dia mendapat peran penting: bertugas untuk membawa bola keluar dari lini pertahanan, mengambil posisi yang tepat, mengorganisasikan permainan, memulai serangan hingga menghentikan serangan lawan.

Tugas itu diembannya dengan sangat baik karena memiliki akurasi umpan luar biasa. Musim lalu dia mencatatkan akurasi umpan hingga 91 persen, lebih tinggi dari gelandang-gelandang City saat ini. Selain itu Rodri juga tercatat sebagai pemain yang paling banyak melakukan jegalan sukses di Liga Spanyol musim lalu.

Dia juga pintar menjaga bola agar tak lepas, serta kemampuan membaca serangan. Dengan kata lain, Rodri adalah tipikal gelandang bertahan kesukaan Guardiola seperti Sergio Busquet di Barcelona, atau Phillip Lahm dan Xabi Alonso di Bayern Munchen.

Kelemahannya, kecepatanya kurang dan kurang becus mencetak gol. Soal kecepatan mungkin tak terlalu penting ketika dia bermain di Liga Spanyol, tapi tidak di Inggris. Soal mencetak gol, dia hanya pernah membukukan tujuh gol sepanjang karirnya di level klub, itu pun termasuk golnya untuk tim Villarreal B.

Tugas Guardiola adalah meningkatkan kemampuan Rodri. Ia dikenal jeli membaca potensi pemain muda dan memolesnya menjadi pemain bintang. Namun bisa jadi penilainnya salah, dan Rodri akan berakhir seperti Mahrez yang lebih sering jadi pemain cadangan … (rif)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak

Leave A Reply

Your email address will not be published.