Rp 8 T untuk Beli Pemain, Pantesan Man City Juara

int
0 3

Semarang, Memo Jateng – Pep Guardiola mengatakan bahwa Manchester City adalah klub sempurna bagi dirinya dan ia memang tak ingin pindah.

Sebagai salah satu pelatih top di dunia sepak bola, Pep Guardiola tak pernah lepas dari rumor akan pindah klub. Musim panas ini saja misalnya, ia terus dihubung-hubungkan dengan kepindahan ke Juventus atau kembali ke Barcelona. Ia dikabarkan menolak untuk pindah ke Juventus meski kesempatan itu terbuka lebar.
Dalam wawancaranya dengan media asal Catalunya, ARA, Pep mengutarakan alasan mengapa ia tetap bertahan.

“Di Manchester City saya memiliki segalanya yang saya butuhkan,” ujarnya. “Di sini saya memiliki Txiki Begiristain, orang terpenting dalam karier saya karena dia percaya pada saya bahkan ketika saya masih bukan siapa-siapa,” imbuh pria kelahiran 18 Januari 1971 di Santpedor, Spanyol ini.

Txiki Begiristain adalah hal sempurna pertama bagi Pep di Man City. Pria berusia 54 tahun yang juga mantan pemain Barcelona era awal 1990-an itu kini menjabat sebagai Direktur Olahraga Man City. Ia sempat menjadi Direktur Olahraga Barcelona sejak 2003 hingga pergi pada 2010.

Txiki Begiristain menjadi orang yang bertanggung jawab menunjuk Pep jadi pelatih tim senior Barcelona pada 2008 meski sebelumnya hanya memiliki pengalaman melatih tim B.

“Saya juga memiliki Ferran Soriano. Di klub ini hanya ada 3-4 orang yang bertanggung jawab soal urusan dalam lapangan. Saya memiliki segalanya untuk bekerja. Saya tak akan kembali ke Barceloa atau Jerman, di mana lagi saya bisa memiliki struktur klub yang indah seperti ini?” paparnya.

Ferran Soriano kini menjabat sebagai CEO Man City. Ia juga sempat menjadi Wakil Presiden Barcelona 2003-2008. Ia jadi salah satu orang yang juga percaya terhadap Pep di awal karier dan kini jadi hal sempurna kedua milik Pep di Man City.

Terakhir, Pep tak mau hengkang karena para pemain. “Orang-orang berkata bahwa saya tak bisa membuat permainan yang sama di Jerman dengan di Inggris. Kami menunjukkan bahwa mereka salah. Dengan David Silva, Bernardo Silva, Sergio Aguero, dan Raheem Sterling jarak kami tak melebihi 1,2 meter saat bermain. Kami memiliki ide yang sama saat saya masih melatih tim junior Barcelona di divisi tiga Liga Spanyol,” ujar Pep.

Jor-joran Belanja Pemain
Di sisi lain, Pep tidak diterima jika diklubnya disebut meraih sukses karena uang. Man City memang melakukan investasi besar-besaran sejak diambil alih oleh Sheikh Mansour pada 2009. Pep merasa investasi Man City sudah dilakukan secara tepat sehingga tidak menghambur-hamburkan uang.

Guardiola juga menegaskan bahwa Man City bukan satu-satunya klub yang menempuh cara ini agar bisa memenangi beragam trofi bergengsi. Sejumlah klub di Benua Eropa juga melakukan cara yang sama dengan juara Liga Inggris musim 2018-2019 tersebut.

“Chelsea pernah melakukannya, Real Madrid juga sudah menghabiskan 300 juta euro (Rp 4,8 triliun) untuk membeli pemain. Barcelona juga mendatangkan banyak pemain yang harganya lebih dari 100 juta euro (Rp 1,5 triliun),” ujarnya.

Aktivitas transfer Man City yang jor-joran dalam beberapa tahun terakhir memang efektif mendatangkan banyak gelar. Sejak 2009, Man City sudah mengoleksi 10 trofi di berbagai ajang meski mereka belum terbukti sukses di Liga Champions.

Pep dikritik karena jor-joran belanja pemain sejak 2016. Pelatih Catalan itu telah menghabiskan 450 juta pound sterling (setara Rp 8 triliun). Nyaris dari separuhnya dibelanjakan untuk lini pertahanan dengan mendatangkan Ederson, John Stones, Benjamin Mendy, Kyle Walker, dan Aymeric Laporte.

Meski nirgelar di musim pertamanya pada 2016/17, Guardiola berhasil membawa City memenangi lima trofi mayor, termasuk dua gelar Premier League beruntun dan menyapu seluruh kompetisi domestik di 2018/19. City-nya Guardiola juga menciptakan sederet rekor.

Sukses Guardiola di ‘Manchester Biru’ bukan berarti bebas kritik. Guardiola dianggap lebih mudah meraih sukses seperti sekarang karena berada di klub dengan kekuatan finansial yang besar.

“Tanpa investasi yang kami buat, kami tidak akan berada di posisi kami sekarang,” eks pembesut Barcelona dan Bayern Munich itu. “Ketika saya tiba di City, para bek tengahnya berusia 34 tahun, kami butuh pemain-pemain muda,” ujarnya ngeles. (rif)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak

Leave A Reply

Your email address will not be published.