Mengerikan, Sejumlah Mantan Jendral Berurusan dengan Polri

foto : net
0 25

Keseret Dugaan Makar dan Senjata Api Ilegal

Jakarta, Memo Jateng – Pihak kepolisian Mabes Polri berhasil membongkar dugaan keterlibatan orang yang punya nama besar di negeri terkait dipusaran kerusuhan 21-22 Mei 2019 di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Begitu mengerikan, bagaimana tidak, dalam aksi massa itu ada dugaan sekenario besar pembunuhan terhadap 4 orang tokoh nasional.
Buntut terbongkarnya kasus kerusuhan paska pilpres April 2019 lalu itu itu menyeret sejumlah nama-nama penting, dari mantan jendral TNI hingga mantan Kapolda yang ikut terseret. Dan nama-nama lain sampai ada mantan anggota DPRI RI politisi PPP.
Kasus yang menghebohkan itu teungkap dalam jumpa pers yang digelar pihak Mabes Polrs dan TNI di Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (11/6). Dalam jumpa pers tersebut, banyak terungkap kasus yang diduga melibatkan sang mantan jendral, Kivlan Zen.
Pihak kepolisian memutar sejumlah video yang berisi kesaksian salah satu tersangka makar yang kini ditahan, yaitu TJ alias Udin. Dalam rekaman itu, Udin mengaku diperintah membunuh sejumlah purnawirawan jendral TNI atas perintah Kivlan Zen. Dalam pengakuannya, Udin bicara sambil berdiri. Dia mengenakan kaus hitam dan putih. Wajahnya disensor.
Tersangka yang diketahui diplot sebagai eksekutor pembunuhan empat tokoh nasional dan seorang direktur lembaga survei mengaku mendapatkan perintah penembakan dari Kivlan Zen untuk melakukan aksinya. Ke empat target yang diakui Udin itu adalah Wiranto, Luhut, Budi Gunawan dan seorang bos survei politik.
“Saya dapat perintah dari Kivlan Zen untuk menjadi eksekutor penembakan Wiranto, Luhut, Budi Gunawan, dan Goris Mere. Senjata api saya dapat dari Iwan (HR),” demikian pengakuan TJ yang rekamannya diputar oleh Polri dan TNI dihadapan awak media tersebut.
Dalam kesempatan itu, Wadireskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi menyebut tersangka Kivlan Zen merupakan sosok yang memberi perintah kepada pria berinisial HK alias Iwan untuk mencari eksekutor pembunuh empat tokoh nasional Indonesia.
Dikemukakan pihak kepolisian, Kivlan Zen disebut-sebut juga memberi uang Rp150 juta kepada tersangka HK untuk membeli senjata api yang akan digunakan untuk eksekusi target dari empat tokoh nasional serta satu orang pimpinan lembaga survei.
Kivlan juga menyerahkan uang Rp 5 juta kepada tersangka lainnya, yakni IT, untuk melakukan pengintaian terhadap satu orang pemimpin lembaga survei yang juga digadang-gadang untuk dibunuh.
Ade menegaskan bahwa semua pernyataan dalam keterangan pers sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) para tersangka yang tengah disidik oleh aparat kepolisian.
“Keterangan para tersangka yang tadi itu adalah sesuai dengan BAP para tersangka yang sedang kami sidik, kemudian dikuatkan video testinomoni dan tersangka sudah diambil sumpah,” katanya.
Diakui HK, tokoh-tokoh yang menjadi target operasi penembakan serupa yang diungkap TJ. Diakui HK selain diberi untuk mendapatkan senjata, kelompoknya diberi uang operasional untuk melakukan survei ke alamat yang disertai foto target operasi. Pengakuan HK ini berdasarkan dari putaran rekaman dirinya.
Polisi juga memutar video pernyataan dari tersangka HK alias Iwan ini terkait kejadian pada 21 dan 22 Mei. Ia mengaku diperintahkan oleh Kivlan Zen untuk membeli senpi dan diberi uang Rp 150 juta pada Maret di sekitar Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Diketahui ada sejumlah mantan jendaran purnawirawan TNI yang ditahan selain Kivlan Zen, yaitu Danjen Kopassus, Soenarko karena keseret dugaan kasus senjata. Dia ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini tengah mendekam di Rutan Militer Guntur. Lalu Sofjan Jacob, sang mantan jenderal ini diduga melakukan serangkaian makar. Mantan Kapolda Metro Jaya itu diduga menyebarkan seruan makar melalui sebuah video. (ibs/jac)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak

Leave A Reply

Your email address will not be published.