Habil Marati, Mantan DPR RI Juga Ikut Ditangkap, Siapa Dia?

FOTO : NET
0 15

Jakarta, Memo Jateng – Kepolisian telah mengumumkan sejumlah nama tersangka yang diduga terlibat rencana pembunuhan empat tokoh nasional dalam aksi kerusuhan 21-22 Mei lalu di Depan Bawaslu Jakarta. Diantara tersangka yang sudah tersebar tersebut, muncul nama yang sudah berkecimpung didunia perpolitikan.
Dia adalah Habil Marati. Mantan anggota DPR RI dari Fraksi PPP itu juga pernah menjabat di posisi penting di Timnas Indonesia, saat PSSI dipimpin oleh Djohar Arifin Husin. Habil tercatat pernah memanajeri Timnas Indonesia yang berlaga di Piala AFF 2012.
Hal ini terungkap dalam konferensi pers yang disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen Muhammad Iqbal, Selasa (11/6), kemarin. Dari nama-nama para tersangka itu, polisi membeberkan nama Habil Marati alias HM sebagai salah satu tersangka terkait penyedia senjata api yang diduga akan dijadikan senjata untuk mengeksekusi.
Habil diduga memberikan uang sebesar Rp150 juta kepada tersangka berinisial KZ (Kavlin Zen) untuk membeli senjata api. Politisi dari PPP itu juga diduga memberikan uang sebesar Rp 60 juta kepada tersangka HK sebagai biaya operasional pembelian senjata api sebagai bagian dari rencana pembunuhan tersebut.
Polisi membeberkan, bahwa Habil Marati telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap di rumahnya di Jakarta Selatan pada Rabu (29/5). Uang yang diberikan Habil Marati ke Kivlan Zen untuk pembelian senjata api.
“Tersangka HM berperan memberikan uang. Uang yang diterima tersangka KZ (Kivlan Zen) berasal dari HM, maksud dan tujuannya adalah untuk pembelian senjata api,” kata Kasubdit I Dirtipidum Bareskrim Polri Kombes Daddy Hartadi di Kantor Kemenko Polhukam, Selasa (11/6).
Dalam rencana pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional, Habil Marati berperan sebagai pemberi uang sebesar SGD 15.000 atau senilai Rp 150 juta kepada Kivlan Zen. Uang itu digunakan untuk pembelian senjata api.
Kivlan Zen lalu mencari eksekutor dan memberi target pembunuhan 4 tokoh nasional, yaitu Wiranto, Budi Gunawan, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Gories Mere. Selain itu, Habil Marati memberikan uang Rp 60 juta kepada H Kurniawan alias Iwan. Saat menangkap, polisi menyita HP yang digunakan Habil Marati untuk berkomunikasi. Ada pula printout rekening bank yang disita. (ibs/jac)

Selengkapnya Baca Koran Rakyat Memo Jateng Versi Cetak

Leave A Reply

Your email address will not be published.